Basarnas Tidak Temukan Korban Hilang di Gunung Aceh Tenggara

Helikopter Basarnas

KUTACANE - Helikopter milik Badan SAR Nasional (Basarnas) yang digunakan dalam operasi pencarian orang, tidak menemukan tiga korban hilang di hutan pegunungan Perkison, Kabupaten Aceh Tenggara.

"Hasil pencarian kita melalui udara dengan menggunakan Helikopter AW139 kemarin, masih nihil," terang Koordinator Pos SAR Kutacane, Risky Hidayat di Aceh Tenggara, Ahad.

Padahal, lanjutnya, satu unit helikopter langsung diterbangkan dari Medan menuju Aceh Tenggara tepatnya di lokasi pencarian tiga orang merupakan pencari gaharu yang hilang di wilayah pegunungan Perkison.

Helikopter sempat berputar-putar selama beberapa kali melalui udara dengan mengitari wilayah hutan belantara di atas pegunungan Perkinson yang memiliki puncak ketinggian 2.828 meter di atas permukaan laut.

"Kegiatan operasi SAR terhadap warga yang hilang di hutan Perkinson, telah dilaksanakan. Dengan sasaran yakni, pada area yang diduga di wilayah Gunung Perkinson," katanya.

Basarnas ingin mempercepat dalam melakukan operasi pencarian terhadap tiga orang pencari kayu gaharu karena tersesat, dan kelaparan di hutan pegunungan Perkison.

Ketiga orang korban yang dicari tersebut yakni Bentol (60) warga Desa Tenembak Alas, Kecamatan Deleng Pokhisen, Aceh Tenggara, lalu Munjir (33) asal Banda Aceh, dan Sembiring (40) asal Medan, Sumatera Utara.

Mereka berangkat dengan tujuan mencari kayu gaharu, atau bagi warga tempatan dikenal dengan kayu alim yang tumbuh di hutan pegunungan setempat, dan berjarak 30 kilometer dari Kutacane, Senin, 5 Desember 2016.

"Setelah kita cari dan hasilnya negatif, maka helikopter langsung kembali ke Lanud Sowondo di Medan kemarin (Sabtu, 14/1) sore," ucap Risky.

Tercatat tim pertama Basarnas berangkat Ahad (1/1), dan telah menemukan seorang korban dari lima yang dicari atas nama Ayuman Sastra (30) warga Desa Liang Pangi, Kecamatan Lawe Alas, Aceh Tenggara dalam keadaan selamat.

Disusul tim kedua berangkat Rabu (4/1), dan mengalami kendala berupa peralatan komunikasi dan terpaksa menempuh jalur cukup ekstrem, sehingga pihaknya memutuskan untuk kembali Sabtu (7/1).

Terakhir tim ketiga berangkat pada Ahad (8/7) dengan sasaran mencari empat orang korban, dan menemukan korban Jalal (40) warga Desa Terutung Payung, Kecamatan Bambel, Aceh Tenggara dalam keadaan selamat.

Arta (36), warga Terutung Payung, Bambel, sebagai korban selamat melaporkan pada Sabtu (31/12), dia tersesat dan kelaparan bersama kelima orang rekan karena mencari kayu alim di pegunungan Perkison.

Kayu gaharu aquilaria malaccensis memiliki tinggi pohon 40 meter, dan diameter 60 centimeter mengandung resin beraroma wangi yang dipakai campuran untuk membuat parfum.

Sumber:ANTARA
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...