Polemik APBA 2017,

Ketua DPRA: Ada Pihak Yang Ingin Mengadu Domba

FOTO | ACEHIMAGE.COM Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) | Tgk Muharuddin

BANDA ACEH - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Tgk Muharuddin mengakui adanya pihak-pihak tertentu yang ingin mengadu-domba tubuh pemerintahan Aceh antara legislatif dan Eksekutif. “Kami juga mendengar ada pihak tertentu yang ingin mengadu domba antara pimpinan DPRA dan Plt Gubernur, bahkan juga sesama anggota DPRA hingga antara Banggar dan TAPA.

Namun itu semua masih sebatas katanya, tetapi yang jelas saya tidak ingin mengomentari itu,” ujar Tgk Muharuddin, Selasa 18 Januari 2017. Tgk Muharuddin mengatakan, saat ini tidak ia mau mengomentari subtansi di luar lingkungan DPRA. Karena katanya polemik APBA saat ini adalah akibat tidak ada singkroniasi antara Badan Anggran (Banggara) DPRA dan Tim Anggran Pemerintah Aceh (TAPA).

“Kami hanya mengomentarai substansi yang kita alami di DPRA hari ini bahwa tidak terjadi singkronisasi Banggar DPRA dan TAPA, sehingga pembahasan ini deadlok pada akhirnya,” ujarnya. Ia menilai, jika hal tersebut tidak terjadi maka akan susah dilakukan finalisasi atau paripurna APBA 2017. “Seadainya terjadi singkronisasi mungkin APBA bias kita selesaikan," ujarnya.

Sementara itu, salah seorang pegawai di lingkungan Setda Aceh saat dijumpai mediaaceh.co yang tidak mau disebutkan namanya tersebut menuturkan hal yang sama. Katanya, tolak tarik dan molornya pembahasan RAPBA 2017 diduga sarat dengan muatan politis.

Salah satunya adalah penggantian kepala SKPA yang direncanakan Plt Gubernur Aceh usai pembahasan APBA 2017 selesai. "Anda jangan melihat apa yang terjadi di permukaan, tapi lihatlah beberapa agenda yang tertunda akibat molornya APBA 2017.

Saat ini diduga memang ada pihak-pihak yang sengaja memperkerut hubungan antara Plt Gubernur dengan DPR Aceh. Mereka yang diduga bermain adalah para kepala SKPA yang akan diganti usai pembahasan selesai," tuturnya. Menurutnya, isu mutasi mulai merebak di lingkup Setda Aceh.

Beberapa nama yang akan diganti sudah mencuat. Namun mutasi ini baru bisa dilaksanakan apabila pembahasan APBA selesai. Tetapi jika APBA berpolemik hingga akhirnya tak bisa disahkan semasa Plt menjabat, maka posisi mereka aman. Sementara waktu menjabat Plt cuma kurang dari sebulan lagi. "Apalagi mereka adalah orang-orang Doto Zaini. Begitu Doto Zaini aktif, posisi mereka juga aman.

Tak mungkin diganti dan inilah yang sedang dibangun skenarionya. Ada beberapa orang yang bermain dibalik ini," kata sumber yang juga pejabat di lingkup Setda Aceh ini. Katanya orang-orang tersebut sengaja merancang agar pembahasan APBA berjalan lamban dan terancam gagal.

"Sayangnya Plt masuk dalam perangkap ini. Mereka juga yang membocorkan data APBA 2017 ke LSM. Menggiring opini publik untuk memperkerut suasana. Ini karena mereka sadar kalau sebagus apapun menyusun RAPBA 2017 per-SKPA tetap diganti usai pembahasan. Lebih baik telat dibahas dan posisi mereka aman hingga setahun kedepan," ujarnya.

Photographer:ACEHIMAGE.COM
Sumber:mediaaceh.co
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...