Pilgub Aceh 2017

Apa Karia – MoU Helsinky dan UUPA Bukan Milik Partai

NETIZENZakarya Saman Saat Orasi di Lapangan Beureunuen

Pidie - Tgk. Zahlul, juru kampanye pasangan calon Gubernur Aceh dari jalur independen, Zakaria Saman (Apa Karia)-HT Alaidinsyah mengatakan, saat ini Aceh butuh pemimpin, bukan penguasa.

“MoU Helsinki dan UUPA bukan milik partai, bukan pula milik kelompok, namun milik kita semua masyarakat Aceh. Hari ini masyarakat Aceh butuh pemimpin bukan penguasa,” tegas Tgk. Zahlu di hadapan massa yang memadati kampanye Apa Karia di lapangan sepakbola Beureuenuen.

Menurut dia, semua calon Gubernur itu baik, karena semuanya orang Aceh dan semuanya beragama Islam. “Tapi ketahuilah, di antara yang baik ada yang terbaik yang akan membawa pembaharuan dan perbaikan Aceh ke depan, yaitu orang yang mengetahui persoalan Aceh,” katanya.

Dan orang itu, sambungnya, adalah Zakaria Saman, salah seorang yang mempelopori perjuangan Aceh, Menteri Pertahanan GAM, yang berjuang hingga melahirkan perdamaian MoU Helsinki dan UUPA.

Sementara itu Jurkam lainnya, Tgk. Zainuddin Djalil mengisahkan sejarah Aceh, yang merupakan daerah pertama masuknya Islam di Asia Tenggara. Islam ke Aceh, kata dia, baik itu di wilayah Bireuen maupun Peureulak, dibawa langsung oleh keturunan Nabi Muhammad SAW.

“Perlu saya pertegas, Aceh itu adalah bibit Islam dan bibit pejuang. Maka tugas pemimpin di Aceh wajib menegakkan agama Islam di Aceh,” tegas Tgk. Zainuddin sembari menguraikan kisah Aceh hingga menyebutkan silsilah wali nanggroe secara rinci.

“Selain menegakkan agama Islam, katanya, tugas pemimpin berikutnya adalah ‘Bek na rakyat yang han troe, yaitu krisis pangan, bek na yang phang phoe, yakni krisis perumahan, bek na rakyat Aceh yang ruyang rayoe, yaitu krisis pakaian, bek na rakyat Aceh yang buta tuloe, semua rakyat Aceh harus berpendidikan.

Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...