Pelecehan Umat Islam

Laksamana (Purn) Tedjo Edhy Desak Megawati Minta Maaf ke Umat Islam

ISTIMEWALaksamana (Purn) Tedjo Edhy Purdijatno

Jakarta – Megawati Soekarnoputri atas nama pribadi dan Ketua Umum PDIP harus minta maaf kepada umat Islam karena dalam pidato politiknya di acara HUT PDIP ke-44 telah melecehkan Islam dan bangsa Arab.

Desakan itu disampaikan mantan Menkopolhukam Laksamana (Purn) Tedjo Edhy Purdijatno. “Melalui ini saya mendesak Mba Mega secara pribadi maupun sebagai Ketua Umum PDIP meminta maaf kepada Umat Islam, Bangsa Arab dan Bangsa Indonesia atas ucapan nya dalam Pidato Politik di HUT PDIP beberapa waktu lalu,” tegas Tedjo Edhy Purdijatno.

Tedjo mengungkapkan, “Rumah Proklamasi” yang berjasa bagi bangsa Indonesia pemiliknya orang Arab. “Beliau adalah Faradj bin Said bin Awad Martak. Pedagang Indonesia keturunan Arab ini mengizinkan rumahnya digunakan untuk upacara Proklamasi,” ungkap Tedjo.

Bahkan, kata Tedjo, selama Bung Karno di Rumah Proklamasi, Faradj memberikan pelayanan membantu menyembuhkan penyakit Bung Karno.

Kata Tedjo, setelah digunakan sebagai lokasi proklamasi kemerdekaan, rumah yang terletak di Jalan Pegangsaan Timur no. 56 diberikan kepada negara. “Faradj bin Said menghibahkan rumah itu agar saksi sejarah itu bisa dikelola dengan baik oleh negara,” ungkap Tedjo.

Selain kediamannya, kata Tedjo, Faradj menghibahkan tanah dan membangun masjid besar Al-Azhar di Kebayoran Baru.

Faradj bin Said, menurut Tedjo, mungkin tidak seterkenal pahlawan-pahlawan yang berjuang untuk negeri ini. “Namun perjuangan yang diberikannya pada negeri ini tidaklah sedikit, bahkan Bung Karno sampai mengagumi sosok pedagang pekerja keras ini,” pungkas Tedjo.

Komentar

Loading...