Peningkatan SDM

Banda Aceh dan Singapura Sepakat Intensifkan Kerja Sama

Konsul Singapura yang berkedudukan di Medan, Mark Low, dan Plt Wali Kota Banda Aceh Hasanuddin saat sedang berdialog di Balai Kota Banda Aceh

Banda Aceh - Pemerintah Kota Banda Aceh dan Singapura bersepakat untuk mengintensifkan kerja sama di sejumlah bidang seperti transportasi, lingkungan, dan people exchange terkait peningkatan kapasitas SDM aparatur pemerintah termasuk pariwisata dan layanan kesehatan.

Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Konsul Singapura yang berkedudukan di Medan, Mark Low, dan Plt Wali Kota Banda Aceh Hasanuddin, di balai kota. Turut hadir dalam pertemuan itu Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako Banda Aceh Iskandar beserta Kabag Ekonomi M Ridha dan Kabag Humas Dody Haikal.

Mark Low menyebutkan, kedatangannya ke Banda Aceh kali ini bertepatan dengan momen 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Singapura. “Bertepatan dengan momen berharga ini pula, kami ingin lebih membuka peluang investasi, dan tentunya step by step serta harus didukung iklim investasi yang bagus bagi investor.”

Pihaknya juga berkeinginan untuk berbagi pengalaman Singapura dalam membangun kotanya, lingkungan, dan sistem transportasi lewat berbagai program. Kata Mark, program-program serupa juga tengah dijalankan di negara-negara tetangga lainnya seperti Vietnam dan Kamboja.

“Kami datang hari ini agar kita bisa saling bertukar ide, mengingat semakin banyaknya masyarakat Aceh yang berkunjung ke Singapura. Bagi kami Aceh begitu spesial dan potensial. Dari beberapa daerah di Sumatera, Aceh khususnya Banda Aceh menjadi salah satu kota yang kami pilih untuk penjajakan kerja sama lebih lanjut,” akunya.

Bahkan, sebutnya, dalam beberapa tahun terakhir Pemko Banda Aceh telah secara rutin mengirimkan pegawainya ke Singapura untuk mengikuti program pendidikan dan pelatihan. “Program ini tentu juga menjadi salah satu fokus kerja sama kita ke depannya,” ujarnya.

Ide lain untuk lebih mendekatkan Banda Aceh dan Singapura, sebutnya lagi, adalah dengan memasukkan Bandara Sultan Iskandar Muda dalam Singapore Changi Airport Group, sehingga tersedia penerbangan langsung antar kedua daerah. “Jadi, nanti sama seperti ke Penang dan KL, jika mau ke Singapura tak perlu lagi transit di Kuala Namu. Dengan adanya direct flight tentu masyarakat akan merasa lebih nyaman,” pungkasnya.

Sementara itu, Hasanuddin menyambut baik rencana maupun program-program yang dijabarkan oleh Mark. “Saat ini kami sedang giat-giatnya membangun sektor pariwisata, transportasi, dan jasa seperti perhotelan. Kerja sama dengan Singapura tentu akan mempercepat pembangunan kota kami.”

“Terkait penerapan Syariat Islam, dapat saya pastikan sama sekali tidak menghambat kami untuk maju dan bahkan menutup diri dari dunia luar. Wisatawan dari negara manapun akan nyaman dan aman berada di kota kami. Tolong informasikan ke dunia, kami sangat senang menyambut tamu dari seluruh negara.”

Ia menambahkan, pihaknya juga baru saja melakukan revisi terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dengan mengalokasikan lahan-lahan bagi keperluan investasi. “Dengan begitu akan semakin banyak investor yang akan datang ke Banda Aceh. Kami juga berharap dukungan Singapura dalam penyusunan RPJM 2017-2022 agar program-program kerja sama kita nantinya dapat berjalan sinkron,” harapnya.

Sebelum mengakhiri pertemuan, keduanya pun bersepakat mengagendakan pertemuan lanjutan untuk membahas secara lebih mendalam bentuk kerja sama yang akan dijalankan. Pada Mei mendatang, Mark juga menyampaikan delegasi Banda Aceh turut diundang ke Cina untuk menghadiri World Cities Summit yang digagas oleh Singapura. (Jun)

Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...