Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi

India Kucurkan Dana Rp791 T Untuk Infrastruktur

ISTIMEWAMenteri Keuangan India Arun Jaitley

New Delhi - Pemerintah India mengumumkan belanja infrastruktur senilai 3,96 triliun rupee alias USD59 miliar, atau bila dikonversi ke rupiah sebesar Rp791 triliun (estimasi kurs Rp13.410/USD). Jumlah tersebut menjadi rekor belanja infrastruktur bagi negara ekonomi terbesar ketiga di Asia.

Mengutip dari Bloomberg, Rabu (2/1/2017), dana sebesar 3,96 triliun rupee digunakan untuk membangun dan memodernisasi jaringan kereta api, bandara, dan jalan. Perdana Menteri India Narendra Modi berkeinginan meningkatkan infrastruktur demi meningkatkan pertumbuhan Ekonomi Negeri Anak Benua.

Pemerintahan Modi berkeinginan membangun bandara tidak hanya di kota-kota besar, juga di kota-kota kecil dengan bermitra bersama swasta. Menteri Keuangan India Arun Jaitley mengatakan anggaran pemerintah untuk tahun fiskal tersebut akan dimulai pada April mendatang.

Adapun jaringan kereta api akan dibangun di seluruh negeri, dimana India Railways akan menjadi konsorsium utama. Bekerja sama dengan perusahaan logistik lainnya menyediakan konektivitas yang lebih besar. Sementara produsen peralatan kereta api seperti Bombardier dan General Electric Co akan berinvestasi mendirikan pabrik di India. Keinginan tersebut selaras dengan jumlah populasi India sebagai negara dengan penduduk terpadat kedua di dunia.

Menteri Transportasi India Nitin Gadkari mengatakan bahwa pemerintah menargetkan membangun 42 kilometer jalan. “Proposal infrastruktur yang diumumkan Rabu ini akan meningkatkan permintaan untuk pengadaan peralatan kereta api dan sistem sinyal,” ujar Harsh Dhingra, perwakilan Bombardier Transportation di India. Bombardier sendiri membuka pabrik pertama kali di India pada 2008.

Menteri Keuangan Jaitley mengatakan bahwa kebijakan belanja infrastruktur ini akan memberi kesempatan kerja lebih luas. Dan pembangunan ini juga memfasilitasi partisipasi swasta yang lebih besar untuk investasi, konstruksi, dan operasional.

Indian Railways, jaringan kereta api India merupakan yang terbesar keempat di dunia, dengan membawa 23 juta orang setiap harinya. Namun jaringan kereta api India terbilang tua karena warisan dari kolonial Inggris. Sehingga lambat untuk ukuran saat ini. Dan pembangunan jaringan kereta api modern akan mempekerjakan 1,3 juta orang secara langsung.

GE dan Alstom SA, perusahaan pembangkit listrik dan transportasi asal Prancis, sejak 2015 telah memenangkan kontrak senilai USD5,6 miliar atau Rp75 triliun untuk pembangunan lokomotif kereta.

GE memenangkan kesepakatan USD2,6 miliar atau Rp34,8 triliun untuk mesin diesel dan akan menginvestasikan dana USD200 juta atau Rp2,68 triliun untuk membangun pabrik secara patungan dengan Indian Railways. Alstom akan membuat mesin listrik senilai USD3 miliar atau Rp40 triliun.

Sumber:sindonews.com
Rubrik:Dunia

Komentar

Loading...