Pilkada Aceh 2017

Tarmizi Karim: Pemerintahan Transisi Mantan Kombatan GAM Hanya 10 Tahun

PORTALSATU.COMTarmizi karim-Machslmina

Tapak Tuan - Calon Gubernur Aceh 2017 Tarmizi A Karim, menyebutkan pemerintah pusat hanya memberi toleransi selama 10 tahun berlangsungnya pemerintahan transisi, pasca tercapainya kesepakatan damai antara RI dan GAM di Provinsi Aceh. Setelah itu, kata dia, pemerintah pusat menginginkan Pemerintah Aceh kembali dipegang oleh sipil (masyarakat) secara definitif.

“Terkait hal ini, saya langsung berkoordinasi dengan Wakil Presiden M Jusuf Kalla, sebelum saya memutuskan maju pada Pilkada Aceh 2017," ujar calon Gubernur Aceh tersebut dalam kampanye akbar di Terminal Terpadu, Kota Fajar, Kecamatan Kluet Utara, Aceh Selatan, Sabtu (4/2/2017).

Dia mengaku mendapat amanah dari Wapres Jusuf Kalla untuk membangun kampung halaman. Hal ini dilakukan agar Aceh tidak terus tertinggal dengan daerah lain.

"Pemerintahan transisi dipegang mantan kombatan selama 10 tahun, sudah cukup, akhiri terus menerus berkonflik. Sudah saatnya Aceh berbenah diri,” kata Tarmizi A Karim.

Dia menyebutkan tidak ada ancaman gagalnya kesepakatan damai jika ada salah satu calon mantan kombatan GAM gagal terpilih. Tarmizi Karim juga mengaku terlibat langsung dalam pembahasan MoU Helsinki semasa Presiden SBY, sehingga tahu dan mengerti betul butir-butir pasal yang tertuang dalam kesepakatan perjanjian damai tersebut.

“Secara garis besar, sebenarnya ada tiga materi pokok yang tertuang dalam MoU Helsinki tersebut. Yakni penghentian permusuhan atau pertikaian antara Pemerintah RI dan GAM. Perbaikan hubungan antara kedua belah pihak, dan ketiga adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan pembangunan Aceh melalui program–program pembangunan yang berkualitas dari Pemerintah Aceh bersama DPRA,” kata Tarmizi.[]

Sumber:portalsatu.com
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...