Terkait Dengan Penegakan Syariat Islam

Tidak ada Satupun Nabi, Rasul dan Khalifah Dari Kalangan Perempuan

FOTO | ISTIMEWAIlustrasi Kepemimpinan Dalam Islam Dari Masa Ke Masa

Banda Aceh – Mantan Calon Wakil Walikota dari jalur independen Tgk. H. Umar Rafsanjani Lc, MA kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Banda Aceh periode 2017-2022, H. Aminullah Usman, SE, Ak, MM -Drs. H. Zainal Arifin. Di lapangan mini Lambhuk Tgk. Umar menyampaikan orasi yang mengajak warga untuk memenangkan pasangan Aminullah-Zainal pada 15 Februari nanti.

“Hari ini kita datang kesini untuk memastikan niat, niat kita disini adalah untuk mencari ridha Allah. Karena apabila sudah di ridhai oleh Allah maka apapun yang pasangan lain lakukan kita tetap akan mendapatkan kemenangan dari Allah SWT,” ujar Umar.

“Kita sebagai orang beriman tidak mungkin menentang ayat Allah dan Sabda Nabi. Mengenai kepemimpinan perempuan sudah dijelaskan oleh Allah melalui ayat dan diperjelas kembali oleh Hadis. Pembahasan tentang kepemimpinan perempuan dalam agama kita bukanlah suatu hal yang baru, sudah ada ketentuan semenjak dulu. Tidak ada satupun Nabi, Rasul dan Khalifah dari kalangan perempuan menjadi bukti bahwa perempuan sangat tidak dianjurkan menjadi pemimpin,” jelasnya.

Tgk Umar Rafsanjani juga mengatakan bahwa dirinya sebagai laki-laki mempunyai marwah dan harga diri. “Dalam rumah tangga saya tidak mau dipimpin oleh istri saya sendiri, apalagi sampai dipimpin oleh istri orang lain,” tegasnya.

Umar melanjutkan Apabila ada yang mengatakan bahwa Surah Annisa 34 adalah ayat yang hanya mengatur larangan kaum perempuan untuk pemimpin rumah tangga dirinya tidak menyalahkan.
“Namun perlu sama-sama kita tingkatkan pemahaman terhadap ayat ini, karena jika perempuan tidak dibenarkan menjadi pemimpin/kepala keluarga dalam rumah tangga, apalagi mau pimpin kepala-kepala keluarga yang lain, apalagi mau memimpin ratusan bahkan ribuan rumah tangga orang lain.

Kesimpulan yang dapat diambil bahwa memang jumhur Ulama berpendapat tidak dibenarkan bagi perempuan untuk memimpin, itu dengan terang-terangan dijelaskan di dalam kitab-kitab rujukan kita di Aceh seperti Syarah Mahalli, Tuhfah, Tafsir Ibnu Kasir dan lain-lain” pungkas nya.

Di depan masyarakat Lambhuk, Umar juga mengatakan bahwa Amin-Zainal mempunyai visi misi yang sama dengan dirinya. Terlebih dalam bidang syiar dimana Ustad dan Tengku daerah akan mendapatkan kesempatan dan peranan untuk menyampaikan tausyiah di daerahnya sendiri.

“Ulama-Ulama di Banda aceh dan sekitarnya sangat banyak yg mempunyai potensi, namun jarang mendapatkan kesempatan untuk tampil, dalam beberapa tahun terakhir ulama luar banyak yang diundang masuk. Jarang kita melihat ulama-ulama besar kita menyampaikan Tausyiah di mesjid-mesjid kota Banda Aceh, kami bersama puluhan sahabat yang lain tiap tahun di undang sebagai Imam tarawih di Malaysia, rindu rasanya jadi Imam di Masjid kota Banda Aceh kebanggaan kita ini,” tutupnya

Rubrik:Opini

Komentar

Loading...