Diskusi Publik

Atasi Banjir Singkil, Pemerintah Berencana Bangun Tanggul Tahun Ini

Diskusi publik mahasiswa pecinta alam
acehTrend.coDiskusi Publik bertema “Mengatasi Banjir di Daerah Tertinggal dan Termiskin Kabupaten Aceh Singkil”, di Cafe Radio Xtra FM Rimo, Gunung Meriah, Aceh Singkil, Kamis (9/2/21017)

Aceh Singkil - Pemuda Pecinta Alam (PePAI) Aceh Singkil, Kamis (9/2/2017) menggelar Diskusi Publik di Cafe Radio Xtra FM Rimo, Gunung Meriah.

Diskusi yang bertema “Mengatasi Banjir di Daerah Tertinggal dan Termiskin Kabupaten Aceh Singkil”, menghadirkan narasumber, Plt Bupati Aceh Singkil H Asmauddin, H Ir Azmi anggota DPRK Aceh Singkil.

Selain itu, tampil juga narasumber dari Walhi Aceh M Nasir dan Rusli Jabat dari LSM Gempa.

Asmauddin dalam paparannya mengatakan, pemerintah pusat telah menetapkan Aceh Singkil sebagai salah satu daerah tertinggal dan termiskin di Indonesia.

Penetapan ini, tambah Asmauddin, sangat ironis. Aceh Singkil tidak mungkin menjadi daerah termiskin dan tertinggal jika ditilik dari sektor sumber daya alam (SDA) yang dimilikinya.

Aceh Singkil punya lahan perkebunan, hamparan laut yang luas, sungai yang panjang, dan alam yang indah. Seluruhnya bisa mendatangkan hasil yang melimpah.

“Dilihat dari sumber daya alam, mustahil Aceh Singkil menjadi daerah termiskin. Tentu ada yang salah urus,” ucap Asmauddin.

Menurut catatan Walhi Aceh, sebagaimana disampaikan M Nasir, Aceh Singkil menduduki posisi ke 4 luas perkebunan besar. Posisi ke 9 luas perkebunan rakyat dari total luas perkebunan yang terdapat di Aceh.

“Hasil dari perkebunan ini, jelas dan diyakini bisa mendongrak perekonomian masyarakat,” ujar M Nasir.

Sementara itu, H Ir Azmi dari komisi tiga DPRK Aceh Singkil menyampaikan, salah satu faktor penyebab banjir di Singkil karena perusahaan HGU kelapa sawit membuat kanal – kanal besar di areal perkebunan.

“Kanal ini, harus ditutup kembali sehingga banjir yang melanda Aceh Singkil bisa diatasi,” tandas Azmi.

Namun, statemen Azmi ini dibantah Plt. Bupati Aceh Singkil. Menurut Asmauddin, faktor utama penyebab banjir bukan kanal-kanal yang dibuat pihak perkebunan melainkan karena luapan air sungai Singkil. Akibat kondisi sungai yang telah dangkal.

Karena itu, untuk mengatasi banjir ini pemerintah dalam tahun 2017 membangun tanggul sepanjang 26, 5 Km dan melakukan menormalisasi beberapa anak sungai. Termasuk memperbaiki drainase.

Meskipun banyak warga yang setuju pembangunan tanggul karena ini salah satu solusi efektif mengatasi banjir.

Namun pihak Walhi Aceh menilai lain, pembangunan tanggul dan normalisasi sungai belum mampu menjawab persoalan mendasar banjir Singkil.

Walhi Aceh menawarkan, penanganannya banjir harus satu manajemen yang terpadu. Mulai dari hilir, tengah, dan hulu.

Sebab, wilayah Singkil berada di hilir, permasalahan banjir Singkil juga disebabkan rusaknya daerah hulu yang berada di lima kabupaten/kota, Aceh dan Sumatera Utara.

“Selain itu, hilangnya daerah resapan air menjadi areal perkebunan kelapa sawit juga bagian dari dosa Aceh Singkil dalam menjaga daerah resapan,” demikian papar Walhi Aceh.

Hal senada disampaikan Rusli Jabat. Dalam penelitian pihaknya menemukan faktor utama terjadi banjir di Singkil karena alih fungsi kawasan menjadi perkebunan kelapa sawit. Tanpa melihat situasi dan kondisi.

Terkait kenapa Singkil menjadi daerah termiskin dan tertinggal, Rusli Jabat berpendapat, dikarenakan perusahaan perkebunan belum menggunakan tenaga kerja lokal secara maksimal. Justru sebaliknya, perusahaan mendatangkan tenaga kerja dari luar daerah.

Dalam diskusi tanya jawab, beragam komentar dan pendapat muncul dari peserta. Tidak sedikit juga yang mempersoalkan perilaku perusahaan dalam pengelolaan perkebunan.

Suasana diskusi, berjalan sedikit agak alot dan tegang. Namun kembali cair berkat kepiawai moderator Edi Wardi (Putra Xtra) dalam memandu diskusi.

Dalam diskusi itu, hadir unsur Polri, pemuda, mahasiswa, masyarakat, perwakilan pemerintah, dan termasuk perwakilan perusahaan perkebunan.

Tujuan diskusi menurut ketua pelaksana, Mustafa Bako SHI ingin mencari faktor penyebab bencana banjir, sekaligus mendiskusikan solusi penanganannya.[]

Sumber:acehTrend.co
Rubrik:AcehNews

Komentar

Loading...