Ketua APIK Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Pelecehan Seksual di Bus Malam

ISTIlustrasi

Lhokseumawe - Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (Apik) Aceh, Roslina Rasyid, meminta kepolisian mengusut tuntas kasus dugaan pelecehan seksual dalam bus Kurnia yang terhadap IR (20), gadis asal Medan, Sumatera Utara, oleh TH (50), warga kelahiran Sabang.

“Selama ini, yang orang-orang ketahui tentang kekerasan seksual hanya pemerkosaan saja. Sedangkan pelecehan seksual yang modusnya seperti ini banyak diabaikannya, termasuk oleh aparat penegak hukum,” kata Roslina, Kamis (9/2/2017).

Roslina menyebutkan proses kasus seperti ini jangan diperlambat hanya karena tidak ada pembuktiannya. Sementara dampak dan trauma yang dirasakan korban tidak diketahui. Apalagi kata Roslina, sampai tangan pelaku meraba bagian sensitif korban dan berkilah hal itu tidak disengaja.

“Kasus ini harus secepatnya diproses, karena ini merupakan tanggung jawab polisi, karena selama ini perlindungan terhadap perempuan di Aceh sangat lemah, oleh karena itu penegak hukum harus proses kasus ini sampai tuntas,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, gadis berinisial IR, 20 tahun, asal Kota Medan, melaporkan TH atas dugaan pelecehan seksual di dalam bus yang mereka tumpangi dari Medan menuju Lhokseumawe, pada Senin lalu (6/2/2017).

Sumber:ajnn.net
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...