Mutasi Pejabat,

DPRA: Gubernur Aceh Diminta Jangan Mengedepankan Ego

FOTO | MEDIAACEH.CODPRA selalu meminta Gubernur Aceh Zaini Abdullah jangan mengutamakan ego dalam pergantian SKPA, menjelang berakhir masa jabatan Zaini Abdullah mengantikan lagi 33 SKPA yang dinilai melanggar hukum.

BANDA ACEH - DPRA selalu meminta Gubernur Aceh Zaini Abdullah jangan mengutamakan ego dalam pergantian SKPA, menjelang berakhir masa jabatan Zaini Abdullah mengantikan lagi 33 SKPA yang dinilai melanggar hukum.

"Bila bertentangan dengan UU yang dimiliki semua pihak harus kembali berpegang teguh kepada UU Pemerintah Aceh," kata anggota komisi I DPRA, Muhammad Harun dalam pertemuan komisi I dengan Zaini Abdullah, Senin 13 Maret 2017 malam.

Kata Harun, jika ada kekeliruan yang terjadi mengenai peraturan harus disikapi dan ditinjau kembali secara bersama-sama. UUPA sebagai lex spesialis, menurutnya, tidak menjadi masalah bila digunakan. Namun jangan sampai terlambat kemudian menjadi masalah.

“Kalau kita berbicara lembaga, bila ada kekeliruan mari kita tinjau kembali. Kemudian bila kita berpegang pada lex spesialis ya tidak masalah, saya dari dulu mendukung, tapi jangan terlambat,” katanya.

Disamping itu, Wakil Ketua Komisi I DPR Aceh, Azhari Cage juga meminta jika gubernur Aceh dalam melakukan mutasi pejabat menggunakan dasar hukum UUPA maka semua peraturan yang diatur dalam UUPA juga harus dijalankan.

Ia mencontohkan, seperti bendera bulan bintang yang sesuai UUPA juga harus ditetapkan.

“Kalau tujuannya untuk menjalankan UUPA saya sepakat, tapi tidak hanya dalam pengangkatan kepala SKPA tapi juga yang berhubungan dengan regulasi dalam UUPA harus juga dijalankan semua,” katanya.

Sumber:mediaaceh.co
Rubrik:AcehNews

Komentar

Loading...