Iskandar Al-Farlaky: Kami Turun ke Lapangan

DPRA Minta Medco Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

FOTO | MEDIAACEH.COIskandar Al-Farlaky

BANDA ACEH - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) asal daerah pemilihan Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, SHI, meminta PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDCO) yang kini beroperasi di Blok A Aceh Timur agar memprioritaskan tenaga kerja lokal.

"Sehingga keberadaan perusahaan eksploirasi migas ini benar- benar bermanfaat serta berdaya guna terhadap pemberdayaan masyarakat lokal di sana,” kata Iskandar, Rabu 15 Maret 2017.

Hal ini disampaikan Iskandar Al-Farlaky, menanggapi aksi demo warga di kawasan Indra Makmue, Aceh Timur, beberapa waktu lalu terkait permasalahan rekruitmen tenaga kerja.

“Tenaga kerja yang memang ada di Aceh Timur dan memiliki kemampuan harus ditampung oleh perusahaan. Begitu juga untuk tanggungjawab pemberdayaan dan pelatihan. Mereka yang belum punya keahlian misalnya seperti kerja wedding, pengamanan, supir, dan juga tenaga kerja lapangan bisa diberikan pendampingan untuk selanjutkan direkrut sebagai tenaga kerja,” ujarnya.

Apalagi, kata politisi Partai Aceh tersebut, dewasa ini juga sudah banyak putera/puteri Aceh Timur khususnya dan Aceh umumnya memiliki spesifikasi pendidikan sarjana atau diploma dari sektor migas, pertambangan, serta adminitrasi perkantoran.

"Jangan ada upaya membawa masuk tenaga kerja dari luar yang notabene kemampuan serta skil ada di daerah operasional perusahan, ini akan memicu persoalan," bebernya lagi.

Kecuali, sambung Al-Farlaky, tenaga ahli yang memang tidak bisa dihandle oleh tenaga kerja lokal, dipersilakan untuk didatangkan dari luar Aceh sehingga operasional perusahaan akan berjalan sebagaimana diharapkan.

“Sementara dalam perjalanannya tenaga kerja lokal yang berprestasi juga harus diajarkan supaya memiliki kemampuan di kemudian hari sebagai tenaga ahli. Bisa dengan diikutkan pelatihan lanjutan," ujarnya lagi.

Mantan aktivis mahasiswa ini juga mengingatkan PT Medco agar memperhatikan dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang sudah ditegaskan dalam UU.

Ia mengatakan terdapat 2 UU yang menegaskan tentang CSR, yakni UU No.40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT) pasal 74 & UU No.25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal pasal 15,17 & 34.

“Perusahaan memiliki berbagai bentuk tanggung jawab terhadap seluruh pemangku kepentingannya, yang di antaranya adalah konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan,” sebutnya.

Iskandar selaku anggota DPRA dari Aceh Timur juga akan mengajak anggota DPRA asal Aceh Timur lainnya untuk turun langsung ke area operasional PT Medco di Alue Ie Mirah Aceh Timur guna meninjau langsung guna menyerap informasi terkini soal eksploirasi migas di sana.

“Insya Allah dalam waktu dekat ini kita akan agendakan ke sana,” ujar Ketua Banleg DPRA ini.

Dia mengatakan, berdasarkan informasi yang ia peroleh, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) telah menandatangani kontrak Engineering Procurement and Construction (EPC) senilai US$ 240 juta (Rp 3,1 triliun) dengan konsorsium JEC yang terdiri dari PT JGC Indonesia dan PT Encona Inti Industri untuk mengembangkan proyek gas Blok A di Aceh tahun ini.

Produksi gas ditargetkan bisa dimulai pada 2018 mendatang jika proses konstruksi berjalan lancar. Gas pertama dari Blok A baru akan dialirkan pada kuartal pertama 2018. Sesuai Perjanjian Jual Beli Gas yang ditandatangani pada Januari 2015 dengan Pertamina, MedcoEnergi akan mengirimkan sebanyak 58 Billion British Thermal Units (BTU) per hari, 198 trillion BTU selama 13 tahun. Dan dengan total investasi lebih dari US$ 900 juta, proyek gas Blok A akan mempekerjakan lebih dari 3000 orang selama masa konstruksi.

Sumber:mediaaceh.co
Rubrik:AcehNews

Komentar

Loading...