Penjara Idi Rusuh,

Ini Tuntutan Napi

ACEH TIMUR - Aksi protes ratusan narapidana di Rutan Idi, Aceh Timur, Jumat 24 Maret 2017, hingga memicu kerusuhan di dalam lembaga pemasyarakatan tersebut disebabkan beberapa persoalan terkait kehidupan para napi di sana.

Berikut beberapa tuntutan para narapidana usai kerusuhan:

1. agar ompreng / tempat nasi diganti dengan taporwer.
2. Lauk makanan diganti
3. Bagi napi yang keluarganya mengalami musibah atau yang meninggal dunia agar diberikan ijin untuk menjenguk.
4. agar sebagian napi di Rutan tersebut dipindahkan ke rutan lain karena daya tampung penjara telah melampaui batas.
5. Agar tidak diambi biaya / pungutan liar terhadap penggunjung yang akan menjenguk para napi yang selama ini ditetapkan dengan nilai 50.000 Rupiah.

Sementara Kepala Rutan Idi, Irdiansyah Rana, membantah bahwa napi diberikan sarapan dengan lauk tempe busuk. Idriansyah bahkan mengungkapkan bahwa selama dirinya dilantik sebagai kepala rutan Idi sejak dua bulan lalu, dirinya sudah mulai melakukan berbagai pembenahan, seperti tempat nasi yang sebelumnya ompreng sudah diganti dengan tupperware.

Irdiansyah juga mengatakan, sebelumnya Napi tidak pernah merasakan menu daging, namun kini napi mulai mendapat jatah menu daging sebulan sekali.

Terkait izin para napi yang keluar karena musibah, akan dilihat pertimbangan perizinan keluar sesuai prosedur. Sedangkan soal kapasitas Rutan Cabang Idi Rayeuk yang hanya untuk menampung 63 orang, akan dilaporkan ke kanwil untuk tindak lanjut. Saat ini memang diakui jumlah Napi yang ada berjumlah 356 orang.

Terkait pungutan liar, Irdiansyah mengaku sudah mengingatkan para sipir untuk tidak melakukan pungutan liar terhadap para pengunjung.

Sumber:mediaaceh.co
Rubrik:AcehNews

Komentar

Loading...