Bruce Jakosky,

Badai Matahari Pengaruhi Atmosfer Mars

FOTO | ISTIMEWANASA mengungkapkan bahwa kekuatan matahari bisa menghilangkan gas argon di atmosfer Mars sebesar 65 persen. Temuan tersebut melibatkan bantuan pesawat luar angkasa NASA MAVEN (Mars Atmosphere and Volatile Evolution Mission).

CALIFORNIA - NASA mengungkapkan bahwa kekuatan matahari bisa menghilangkan gas argon di atmosfer Mars sebesar 65 persen. Temuan tersebut melibatkan bantuan pesawat luar angkasa NASA MAVEN (Mars Atmosphere and Volatile Evolution Mission).

Dilansir Skyatnightmagazine, Jumat (31/3/2017), NASA meyakini bahwa Mars yang saat ini memiliki lanskap tandus, dahulu pernah memiliki atmosfer dan air yang mengalir di permukaannya.

Bukti ini dilihat dalam formasi di permukaan Planet Merah seperti sungai kering dan saluran yang mungkin terukir akibat air yang mengalir. Peneliti juga percaya bahwa saat Mars mendukung kehidupan, atmosfer planet hilang oleh radiasi kuat dan badai matahari.

Badai matahari itu mengirimkan partikel bermuatan menuju planet. Matahari dahulu juga diyakini memiliki radiasi ultraviolet dan badai matahari yang kuat. Hal ini berpengaruh pada transformasi iklim Mars. Sehingga, kehidupan mikroba yang pernah ada mungkin berada di bawah permukaan Mars untuk tetap bertahan hidup.

Selain itu, hilangnya argon tidak bereaksi terhadap apa pun, sehingga gas itu mungkin tidak bersembunyi di batuan Mars. Kemungkinan gas dikeluarkan dari planet oleh ion yang ditangkap oleh badai matahari dengan kecepatan tinggi.

"Kami menetapkan bahwa mayoritas CO2 planet juga telah hilang ke luar angkasa oleh proses sputtering. Ada proses lain yang dapat menghilangkan CO2, jadi ini memberikan jumlah minimum CO2 yang hilang ke luar angkasa," kata Bruce Jakosky, peneliti utama MAVEN.

Sumber:okezone.com
Rubrik:Tekno

Komentar

Loading...