Pemerintah Korea Utara

Agresi AS di Suriah Tak Termaafkan, Miliki Nuklir Pilihan Tepat

FOTO | REUTERSPemimpin Korea Utara Kim Jong-un saat meninjau sebuah pabrik di Pyongyang, Sabtu (8/4/2017). Korut mengutuk serangan AS terhadap Suriah sebagai agresi tak termaafkan.

PYONGYANG - Pemerintah Korea Utara (Korut) mengecam serangan rudal Amerika Serikat (AS) terhadap pangkalan udara Suriah sebagai “tindakan agresi tak termaafkan”. Belajar dari nasib Suriah, Pyongyang merasa memiliki dan mengembangkan senjata nuklir merupakan pilihan tepat lebih dari sejuta kali.

Respons Pyongyang ini disampaikan Kementerian Luar Negeri Korut yang dipublikasikan kantor berita KCNA, Sabtu (8/4/2017). Reaksi ini muncul sehari setelah dua kapal perang AS menembakkan 59 rudal jelajah Tomahawk dengan target pangkalan udara Shayrat, di Homs, Suriah.

”AS serangan rudal terhadap Suriah adalah tindakan agresi yang jelas dan tak termaafkan terhadap negara yang berdaulat dan kami sangat mengutuk ini,” kata kementerian itu melalui seorang juru bicara yang tak disebut namanya oleh KCNA.

”Realitas hari ini membuktikan keputusan kami untuk memperkuat kekuatan militer (dengan senjata nuklir) untuk berdiri melawan kekerasan dengan kekerasan adalah pilihan yang tepat lebih dari satu juta kali,” lanjut kementerian itu.

Negara yang terisolasi itu secara diplomatis menganggap Suriah sebagai sekutu utama. Menurut laporan KCNA, pemimpin Korut Kim Jong-un dan pemimpin Suriah Bashar al-Assad telah bertukar pesan hangat dan berjanji menjalin persahabatan dan kerja sama antarkedua negara.

“Al-Assad mengucapkan terima kasih kepada Kim atas pengakuan perjuangan Suriah untuk memenuhi tantangan seperti tindakan jahat dari teroris dunia dan mendorong Suriah untuk berhasil mengatasi krisis tanpa gagal,” tulis media pemerintah Korut itu.

Pertukaran pesan Kim dan Assad terjadi sebelum serangan udara AS yang diperintahkan Presiden AS Donald Trump. Serangan rudal Tomahawk yang menghancurkan enam jet tempur Suriah dan menewaskan sekitar sembilan orang termasuk beberapa bocah tak bersalah ini merupakan langkah militer Trump yang pertama sejak dia dilantik sebagai presiden.

Pemerintah Trump mengklaim serangan militer terhadap Suriah sebagai respons atas serangan senjata kimia di Idlib yang menewaskan puluhan orang. AS meyakini, serangan diluncurkan dari pangkalan udara Shayrat.

Tapi, Assad membantah. Menurut Suriah, yang benar adalah pesawat-pesawat tempurnya menggempur gudang senjata milik teroris di Idlib, di mana senjata kimia tersimpan. Puluhan orang yang tewas itulah yang terpapar senjata kimia yang bocor dari gudang senjata milik teroris.

Sumber:sindonews.com
Rubrik:Dunia

Komentar

Loading...