Legislator

Desak Penataan Simpang Tujuh Ulee Kareng

FOTO | ACEHIMAGE.COMAnggota DPRK Banda Aceh | H. Isnaini Husda, SE

BANDA ACEH - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh Isnaini Husda meminta pemerintah kota Banda Aceh untuk segera merealisasikan wacana penataan kawasan simpang tujuh Ulee Kareng Kota Banda Aceh.

Hal demikian disampaikan politisi partai Demokrat itu menindaklanjuti permintaan masyarakat setempat, mengingat kondisi simpang tujuh yang semakin padat dan ramai dilalui masyarakat, tidak hanya Banda Aceh, akan tetapi juga Aceh Besar.

Isnaini menyebutkan, untuk tahap awal Pemko diminta untuk menganggarkan dana pembebasan lahan yang ditaksir mencapai Rp50 Milyar. Sedangkan untuk pembangunannya kata Isnaini, bisa diusulkan melalui Anggaran APBN, APBA bahkan dana pada CSR.

“Ini ada harapan dari masyarakat agar pembangunan simpang tujuh ini menjadi prioritas. Karena kalau pemko sudah memulainya dengan pembebasan lahan maka pembangunannya nanti bisa dari berbagai sumber,”ujarnya.

Isnaini menambahkan pada saat jam-jam sibuk kawasan tersebut sangat padat sehingga menimbulkan kemacetan. Namun demikian ia berharap, penataan simpang tujuh juga harus memperhatikan keberlangsungan dari pedagang dikawasan tersebut, sehingga pembangunan simpang tujuh bisa diterima oleh semua masyarakat.

Selain kemacetan, Isnaini menyebutkan persoalan lain di simpang tujuh adalah soal drainase yang tidak cukup baik sehingga menimbulkan banjir genangan saat hujan turun.

“Banyak warga mengeluh tentang saluran air yang belum berfungsi secara maksimal, kita harap ini juga menjadi perhatian Pemko Banda Aceh. Kita harap 2018 sudah dimulai, walaupun nggak semua tapi bisa bertahap,”lanjutnya.

Anggota DPRK BandaAceh lainnya Mahdi juga menyampaikan hal senada. Ia menyebutkan persoalan lain dari kawasan simpang tujuh adalah persoalan penataan pasar dan pengaturan lalulintas.

“Simpang tujuh ini sentral, tidak hanya warga Ule Kareng tapi juga sebagian Aceh Besar, ini penting untuk memberikan kenyamanan bagi warga,”ujarnya.

Ia berharap pembangunan dan penataan simpang tujuh segera dilakukan, jika tidak maka kedepan akan lebih banyak yang dikorbankan serta harga tanah yang semakin tinggi.

“Pasti ada yang dikorbankan, tapi kalau sekarang dibangun tentu belum terlalu banyak yang dikorbankan, tapi makin lama kan makin banyak yang mesti dikorbankan,”pungkasnya.

Sumber:ACEHIMAGE.COM
Rubrik:AcehNews

Komentar

Loading...