Kapal Perang Amerika Serikat

Lakukan Operasi di Laut China Selatan

FOTO | ISTIMEWAKapal perang AS, USS Stethem, melakukan operasi di Laut China Selatan di tengah ketegangan ke dua negara terkait kalim Beijing atas jalur perairan internasional itu.

WASHINGTON - Kapal perang Amerika Serikat (AS), USS Stethem, tengah melakukan operasi di Laut China Selatan. Begitu pengumuman yang dikeluarkan Angkatan Laut AS di tengah ketegangan antara Washington dan Beijing atas klaim kontroversial China atas jalur perdagangan internasional tersebut.

"Kapal perusak kelas Arleigh Burke yang dilengkapi dengan rudal, USS Stethem (DDG 63) tengah melakukan operasi rutin di Laut China Selatan," begitu pernyataan pers dari Angkatan Laut AS seperti dikutip dari Russia Today, Sabtu (15/4/2017).

Pernyataan itu melanjutkan untuk dicatat bahwa kapal perusak dengan rudal itu telah mengisi bahan bakar di laut oleh Kapal (HMNZS) Endeavour Her Majesty (A 11) mili Selandia Baru.

Menurut Komando Kepala Senior William Palmer IV pengisian bahan bakar memungkinkan kapal untuk tetap siap menjalankan misi. “Melakukan beberapa jenis operasi dengan sekutu kami membangun kemampuan dan menopang kemampuan kami untuk mempertahankan kehadiran terus-menerus di seluruh wilayah operasi Armada ke-7,” kata Palmer.

Rilis tersebut menyatakan bahwa kapal AS telah secara teratur berkomunikasi dengan kapal angkatan laut Cina selama operasinya, menyatakan bahwa negara-negara menggunakan kode Unplanned Encounters at Sea (CUES) untuk mengkomunikasikan niat navigasi guna memastikan manuver yang aman.

USS Stethem, yang berbasis di Yokosuka, Jepang, telah beroperasi di Pasifik Barat sejak berangkat pada awal tahun ini. Selain operasi di Laut Cina Selatan, kapal ini telah dioperasikan di perairan Semenanjung Korea bersama kelompok kapal perang Carl Vinson dan Angkatan Laut Korea Selatan (Korsel) selama latihan perang Foal Eagle 2017. Kapal ini juga telah melakukan kunjungan pelabuhan rutin ke Korsel.

Kedatangan USS Stethem di Laut Cina Selatan terjadi di tengah ketegangan yang sedang berlangsung antara Washington dan China atas klaim Beijing terhadap jalur air yang dipersengketakan.

Pada bulan Februari, Cina memperingatkan bahwa mereka sedang membangun kapal perang kelas pertama yang akan mencegat pesawat pengganggu dan mengikuti setiap kapal militer yang beroperasi di dalam wilayah yang dikuasai.

Pengumuman itu datang hanya tiga minggu setelah Beijing memperingatkan Washington jika mengambil tindakan menantang kedaulatan dan keamanan China, setelah sekelompok kapal perang AS mulai berpatroli di Laut Cina Selatan.

AS telah lama mengkritik konstruksi China dari pulau buatan di laut dan mengembangkan fasilitas militer mereka. Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson pada bulan Januari menyatakan bahwa akses Beijing ke pulau-pulau tersebut harus dibatasi.

Sebagai tanggapan, koran China Global Times menulis bahwa itu akan mengambil “perang skala besar” untuk menolak akses Beijing ke pulau-pulau tersebut.

Cina meletakkan klaim untuk hampir semua Laut Cina Selatan yang kaya sumber daya, meskipun klaim itu mendapat tentangan dari Vietnam, Filipina, Taiwan, Malaysia, dan Brunei.

Sumber:sindonews.com
Rubrik:Dunia

Komentar

Loading...