Trump:

Saya Ingin Buktikan Palestina-Israel Bisa Berdamai

FOTO | ISTIMEWAPresiden AS Donald Trump bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Gedung Putih.

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan ia ingin membuktikan jika mereka yang meragukan adanya perdamaian antara Palestina dan Israel ternyata salah. Ia pun bersumpah untuk bekerja mewujudkan kesepakatan berat ini.

Dalam pertemuan di Gedung Putih, Trump dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas berusaha menunjukkan tekad baru untuk mengakhiri konflik hampir selama tujuh dekade. Pertemuan ini adalah pertemuan keduanya setelah Trump menjadi Presiden AS.

"Kami akan memulai sebuah proses yang semoga akan menghasilkan perdamaian," kata Trump seperti dikutip dari Telegraph, Kamis (4/5/2017).

"Seiring berjalannya waktu, saya selalu mendengar bahwa mungkin kesepakatan paling sulit adalah kesepakatan antara Israel dan Palestina. Mari kita lihat apakah kita bisa membuktikan kesalahan mereka, oke?" imbuhnya.

Trump lantas mengatakan bahwa ia akan menjadi mediator, arbitrator atau fasilitator untuk perdamaian. Ia pun menyatakan jika kedua belah pihak harus bersedia berpartisipasi dalam negosiasi langsung.

"Ada kebencian mendalam, tapi mudah-mudahan tidak ada kebencian mendalam untuk waktu yang lama," kata Trump, berbicara di samping Abbas di Ruang Roosevelt setelah pertemuan mereka.

Sementara presiden AS berbicara hanya dalam pengertian luas, Abbas meminta solusi dua negara yang akan melihat pembentukan negara Palestina berdasarkan perbatasan pra-1976. Israel bersikeras menolak untuk kembali ke perbatasan 1967 sebagai ancaman terhadap keamanannya.

"Presiden, sudah saatnya Israel mengakhiri pendudukan rakyat dan tanah kita," kata Abbas, merujuk pada Tepi Barat, yang berada di bawah kendali Israel.

Abbas juga memainkan ego Trump dengan memuji penugasan berani dan kebijaksanaan yang dikatakannya telah memberi harapan bagi Palestina.
"kebijaksanaan" yang dia katakan telah memberi "harapan" Palestina.

Trump mengungkapkan dukungannya untuk Israel sepanjang kampanye pemilihan presiden lalu. Dan dalam pertemuannya dengan Benjamin Netanyahu, perdana menteri Israel dua bulan yang lalu, dia memberi isyarat era hubungan baru antara kedua negara.

Trump memang meminta Netanyahu untuk "menahan pembangunan permukiman sebentar". Namun dia terus menegaskan ingin memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. Sebuah keputusan yang akan memicu kemarahan warga Palestina.

Sumber:sindonews.com
Rubrik:Dunia

Komentar

Loading...