Melenceng dari Desain Awal

Ini Hasil Revitalisasi Tugu Simpang Lima Banda Aceh

BANDA ACEH - Pembangunan Tugu Simpang Lima menelan dana sekitar Rp2,2 Miliar diduga mengalami perubahan desain. Awalnya disetiap pilar akan dituliskan nama-nama Allah (Asmaul Husna).

Namun setelah selesai pembangunan tugu tersebut tulisan Asmaul Husna dan menggantinya dengan lambang pintoe Aceh di lima pilarnya. Hal ini lantas menimbulkan berbagai kontroversi dari masyarakat Banda Aceh terkait ikon baru kota Banda Aceh.

Desain tugu Simpang Lima, dirancang oleh arsitek dari Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Dari rancangan itu, Pemerintah Kota Banda Aceh menawarkan ke Bukopin untuk membiayai pembangunannya, dan bank tersebut menerima tawaran itu.

Pintoe Aceh dibangun menjulang setinggi 14 meter. Pada lima sisinya tertera kaligrafi asma Allah SWT yang dikombinasikan dengan ornamen khas Aceh, kata Illiza Saaduddin Djamal.

Terkait desain baru Tugu Simpang Lima, akan dibangun lima pilar utama yang merujuk pada lima Rukun Islam. Pilar tersebut berbentuk setengah “Pintoe Aceh” yang menjulang ke atas setinggi 14 meter. “Pada lima sisinya tertera kaligrafi asma Allah yang dikombinasikan dengan ornamen khas Aceh,” kata Illiza.

Pimpinan Bank Bukopin Cabang Banda Aceh Riza Prapanca menyatakan kebanggaannya PT Bank Bukopin membangun kembali tugu yang dibangun pada tahun 1994 silam.

Editor:AK Jailani
Photographer:AK Jailani
Rubrik:Foto

Komentar

Loading...