Kapten Pilot Tidur

Saat Pesawat Pakistan Terbangkan 305 Orang

FOTO | ISTIMEWAPesawat Pakistan International Airlines (PIA) saat mengudara. Maskapai ini jadi sorotan setelah pesawat menerbangkan 305 orang dengan kondisi kapten pilot tidur.

ISLAMABAD - Sebuah pesawat yang dioperasikan oleh maskapai Pakistan International Airlines (PIA) terbang dengan membawa 305 orang. Namun, pesawat dikendalikan oleh pilot training, sementara kapten pilot justru tidur di kabin kelas satu.

Pesawat dikendalikan pilot training selama lebih dari dua jam. Kapten pilot PIA, Amir Akhtar Hashmi, seharusnya melatih “anak didik”-nya, co-pilot Ali Hassan Yazdani, dalam penerbangan tersebut.

Tapi, Yazdani justru bergabung di kokpit dengan pilot training lainnya, Mohammad Asad Ali.

Tak lama setelah pesawat dengan nomor penerbangan PK-785 berangkat dari Islamabad, Hashmi, yang merupakan mantan presiden Asosiasi Pilot Pakistan Airlines (PALPA), menyerahkan kontrol ke Yazdani dan meninggalkan kokpit menuju kabin kelas satu.

Penerbangan menuju London itu membawa lebih dari 305 orang, termasuk 293 penumpang di kelas ekonomi dan 12 orang di kelas satu.

Menurut surat kabar Dawn, salah satu penumpang melihat pilot berseragam tidur dengan tenang di tempat tidur datar. Khawatir kapten yang sedang tidur itu membahayakan keselamatan penerbangan, penumpang tersebut melapor ke pramugari senior.

”Penumpang (Kursi 1D) mengeluh saat kapten pilot sedang tidur di kabin kelas bisnis, (penumpang tidak) merasa aman. Sudah dijelaskan bahwa dua anggota awak lainnya ada di kokpit, tapi dia mengatakan bahwa akan mengadukan masalah ini dan juga menulis di kartu pengaduan,” bunyi laporan penerbangan yang dikutip surat kabar Pakistan tersebut, Senin (8/5/2017).

Beruntung pesawat ini berhasil mendarat dengan selamat. Co-pilot juga melaporkan kejadian tersebut ke manajemen.

PIA, maskapai penerbangan berbendera Pakistan, semula enggan membahas masalah ini. Namun, masakapai akhirnya menyerah pada tekanan dari otoritas yang lebih tinggi.

Hashmi dibebastugaskan penerbangan sebagai imbas dari tindakannya. Demikian disampaikan juru bicara maskapai, Danyal Gilani.

Sumber:sindonews.com
Rubrik:Dunia

Komentar

Loading...