Philipp Lahm,

di Penghujung Kariernya

FOTO | REUTERSPhilipp Lahm bersiap menghadapi laga emosional kala Bayern Munich menjamu Freiburg, akhir pekan ini. Bek dan kapten Bayern itu akan bermain untuk terakhir kali.

MUNICH - Philipp Lahm bersiap menghadapi laga emosional kala Bayern Munich menjamu Freiburg, akhir pekan ini. Bek dan kapten Bayern itu akan bermain untuk terakhir kali.

Lahm telah memutuskan pensiun setelah kontraknya dengan Bayern berakhir di musim ini, dalam usia 33 tahun. Dia merupakan lulusan akademi Die Roten sebelum menembus skuat utama pada 2002.

Pemain yang juga bisa beroperasi sebagai gelandang bertahan ini sempat dipinjamkan ke Stuttgart selama dua musim pada 2003-2005. Setelahnya, Lahm nyaris tidak tergantikan di skuat Bayern.

Berkat konsistensinya, Lahm disebut-sebut sebagai salah satu pemain terbaik di generasinya. Mantan kapten timnas Jerman itu meraih delapan medali juara Bundesliga, enam Piala DFB, dan satu Liga Champions.

"Itu akan menjadi sebuah hari yang menarik bagiku, aku benar-benar menantikannya," ucap Lahm dalam konferensi pers menjelang laga melawan Freiburg.

"Aku tidak bisa menunjuk satu momen khusus, ada terlalu banyak momen. Aku akan selalu ingat pertandingan pertamaku melawan Lens. Aku bermain selama tiga menit! Aku akan mengingat titel liga pertamaku, piala pertamaku, Liga Champions. Tapi juga kekalahan-kekalahan. Itu juga bagian dari sepakbola," lanjut dia yang diwartakan DW Sports.

"Itu akan menjadi perjalanan bus terakhirku ke stadion, pemanasan terakhirku, perayaan gelar terakhirku. Aku hanya ingin menikmati sepanjang hari itu," imbuh mantan kapten yang memimpin Jerman menjuarai Piala Dunia 2014 ini.

MUNICH - Philipp Lahm bersiap menghadapi laga emosional kala Bayern Munich menjamu Freiburg, akhir pekan ini. Bek dan kapten Bayern itu akan bermain untuk terakhir kali.

Lahm telah memutuskan pensiun setelah kontraknya dengan Bayern berakhir di musim ini, dalam usia 33 tahun. Dia merupakan lulusan akademi Die Roten sebelum menembus skuat utama pada 2002.

Pemain yang juga bisa beroperasi sebagai gelandang bertahan ini sempat dipinjamkan ke Stuttgart selama dua musim pada 2003-2005. Setelahnya, Lahm nyaris tidak tergantikan di skuat Bayern.

Berkat konsistensinya, Lahm disebut-sebut sebagai salah satu pemain terbaik di generasinya. Mantan kapten timnas Jerman itu meraih delapan medali juara Bundesliga, enam Piala DFB, dan satu Liga Champions.

"Itu akan menjadi sebuah hari yang menarik bagiku, aku benar-benar menantikannya," ucap Lahm dalam konferensi pers menjelang laga melawan Freiburg.

"Aku tidak bisa menunjuk satu momen khusus, ada terlalu banyak momen. Aku akan selalu ingat pertandingan pertamaku melawan Lens. Aku bermain selama tiga menit! Aku akan mengingat titel liga pertamaku, piala pertamaku, Liga Champions. Tapi juga kekalahan-kekalahan. Itu juga bagian dari sepakbola," lanjut dia yang diwartakan DW Sports.

"Itu akan menjadi perjalanan bus terakhirku ke stadion, pemanasan terakhirku, perayaan gelar terakhirku. Aku hanya ingin menikmati sepanjang hari itu," imbuh mantan kapten yang memimpin Jerman menjuarai Piala Dunia 2014 ini.

Sumber:sport.detik.com
Rubrik:Sport

Komentar

Loading...