BPJS

Belum Bayar Utang RSU Meuraxa Rp30 Milyar

BANDA ACEH - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dilaporkan belum melunasi klaim berobat selama tiga bulan yang diajukan RSU Meuraxa, Banda Aceh. Akibatnya pihak rumah sakit terhutang dengan pihak penyedia fasilitas medis.

Demikian disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Rumah Sakit Umum (RSU) Meuraxa, dr Emiralda, MKes, dalam rapat koordinasi yang digelar oleh Komisi D DPRK Banda Aceh di ruang rapat Ketua DPRK Banda Aceh, Rabu, 31 Mei 2017.

"Jika dilihat dari klaim yang diajukan RSU Meuraxa, menurut data yang sudah diverifikasi BPJS Aceh, pada Februari 2017 klaim berobat yang diajukan RSU Meuraxa sejumlah Rp9,1 miliar," kata Dirut RSU Meuraxa.

Dia memprediksikan kisaran klaim berobat RSU Meuraxa pada Maret-April mencapai Rp9,1 hingga Rp10 miliar. Dengan demikian, kata dr Emiralda, BPJS Aceh terhutang sekitar Rp30 miliar dengan RSU Meuraxa.

Keterlambatan pembayaran klaim berobat dari BPJS membuat pihak rumah sakit plat merah ini juga terlilit utang dengan pihak ketiga, yang berjumlah puluhan miliar rupiah. Dia memperkirakan
jumlah utang ini akan terus bertambah selama tahun 2017.

"Pada akhir 2016, sisa utang RSU Meuraxa pada pihak penyedia fasilitas medis berjumlah Rp21 miliar. Dan hutang RSU Meuraxa pada tahun 2017 semakin bertambah," ungkapnya.

Meskipun demikian, dr Emiralda belum bisa memprediksikan total utang Rumah Sakit Umum Meuraxa saat ini. Pasalnya, pihaknya belum memiliki hitungan secara pasti dari Januari hingga April
2017.

Kondisi ini baru diketahui setelah pihak DPRK Banda Aceh melalui Komisi D, mempertanyakan kendala yang dialami rumah sakit kota tersebut yang berimbas pada pelayanan pasien.

Photographer:AK Jailani
Sumber:portalsatu.com
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...