FOTO | ISTIMEWASejumlah pesawat tempur AS mendarat darurat di hari yang sama di sejumlah pangkalan udara di Jepang.

TOKYO - Beberapa pesawat milik militer Amerika Serikat (AS), termasuk pesawat tilt-rotor Osprey dan F-18, harus melakukan pendaratan darurat di berbagai basis di pulau Okinawa. Anehnya, pendaratan darurat itu terjadi di hari yang sama sebagaimana diberitakan media setempat.

Sebuah pesawat tilt-rotor Osprey yang berbasis di Stasiun Udara Korps Marinir AS Futenma harus melakukan pendaratan darurat di lapangan terbang AS di Pulau Ie pada Selasa malam. Pendaratan darurat itu dilakukan setelah lampu peringatan kokpit diaktifkan, Kyodo melaporkan.

Pada hari yang sama, tiga jet tempur F-18 mendarat di pangkalan Angkatan Udara Jepang Matsushima di Prefektur Miyagi sekitar pukul 01.45 siang waktu setempat. Pendaratan darurat terjadi setelah salah satu pilot melaporkan masalah mesin seperti disitat dari Russia Today, Jumat (9/6/2017).

Menurut surat kabar Kyodo, jet tempur tersebut dilaporkan menuju Stasiun Udara Korps Marinir AS di Iwakuni sebelah barat Jepang, dari Alaska.

Otoritas setempat menyuarakan keprihatinan atas insiden tersebut. "Sangat menyedihkan bahwa kami telah melihat kejadian ini terjadi satu demi satu," kata Kiichiro Jahana, kepala kantor sekretaris gubernur Okinawa.

Tidak ada komentar langsung dari Pentagon terkait kejadian ini.

Desember lalu, sebuah Hornet F-18 jatuh di lepas pantai Jepang. Pesawat itu termasuk ke Wing Air Pertama, yang ditempatkan di stasiun udara Iwakuni di prefektur Yamaguchi. Pesawat itu jatuh di Prefektur Kochi, dan pilotnya tewas.

Pada bulan September tahun lalu, sebuah pesawat tempur AV-8B Harrier II yang ditempatkan di pangkalan udara AS di Okinawa jatuh ke laut lepas pantai Okinawa sesaat setelah lepas landas.

Otoritas Jepang baru saja memulai pekerjaan konstruksi lepas pantai untuk memindahkan Stasiun Udara Marinir AS Futenma dari Ginowan yang berpenduduk padat ke lokasi yang kurang padat di Okinawa timur - daerah pesisir Henoko di Nago.

Banyak penduduk, termasuk Gubernur Okinawa Takeshi Onaga, keberatan dengan kehadiran militer AS yang berat di pulau itu, dengan mengatakan bahwa basis Futenma harus ditutup, bukan dipindahkan.

Sejumlah demonstrasi besar telah terjadi di Okinawa dan daratan Jepang, dengan orang-orang menuntut penarikan pasukan AS dan pertanggungjawaban pasukan yang lebih besar ke yurisdiksi Jepang.

Sumber:sindonews.com
Rubrik:Dunia

Komentar

Loading...