Penjual Petasan

Diancam Hukuman 20 Tahun Penjara

FOTO | anteroPedagang petasan

BANDA ACEH - Kepolisian Resort Kota (Polresta) Banda Aceh mengamankan ratusan petasan atau mercon dari berbagai jenis yang dijual di seputaran Banda Aceh pada Sabtu (10/06/2017).

Bersama barang bukti turut diamankan tiga orang tersangka, masing-masing MA, RF dan TF.

Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh Kompol Raja Gunawan mengatakan, barang bukti tersebut awalnya disita dari tersangka MA dan TF di Gampong Laksana Kuta Alam, hasil pengembangan keduanya mengaku petasan tersebut milik dari RF, sehingga polisi kembali bergerak untuk menangkap RF di kawasan Gampong Lueng Bata kecamatan Lueng Bata Banda Aceh. Pengakuan tersangka, barang-barang tersebut didapatkan dari Medan, Sumatera Utara.

“Mereka mengambil di Medan, dua dari mereka berangkat mengambil barana ke Medan, sedangkan satu orang lagi ikut membantu menjual, barang-barang ini mereka simpan di salah satu ruko di kawasan Lueng Bata,”ujarnya.

Raja Gunawan menyebutkan, pihak kepolisian melakukan patrol rutin dalam rangka memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang sedang melaksanakan ibadah puasa Ramadhan dan shalat tarawih sehingga tidak diganggu oleh ledakan-ledakan bahan peledak.

Menurutnya tim dari polresta dan Polsek-polsek semua bergerak membantu memberikan kenyamanan kepada masyarakat.

“Apalagi sebelumnya sudah ada himbauan-himbauan dari Forkopimda, akan tetapi ini sepertinya sudah tidak cukup dengan himbauan, sehingga kita ambil tindakan, kita lakukan penangkapan, dan kedepan kita tangkap lagi kalau ada,”ujarnya.

Pada kesempatan itu Raja menghimbau kepada penjual petasan atau mercon ataupun kembang api yang bunyi ledakan, yang belum tertangkap untuk menghentikan aksinya sebelum polisi mengambil tindakan tegas.

“Kami himbau tidak ada lagi yang menjual mercon atau kembang api yang bunyi ledakan. Kalau bunyi kecil nggak masalah tapi kalau sudah bunyi ledakan itu kita tangkap,”ujarnya.

Raja menyebutkan ketiga pelaku MA, RF dan TF dikenakan undang-undang darurat sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 ayat 1 undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 tentang bahan peledak dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Tidak hanya para penjual, menurutnya yang membakar/meledakkannya juga diancam dengan hukuman 20 tahun penjara.

“Kedepan siapa yang meledakkan juga kita tangkap dan ancaman hukuman juga 20 tahun penjara, maka saya himbau karena kita tidak main-main, kalau ada yag membakar dan menjual akan kita tangkap,”ujarnya mengingatkan.

Sumber:antero
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...