Ketua Komisi II Nurzahri,

Gubernur Wajib Ciptakan Lapangan Kerja

FOTO | AK JAILANIKetua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) | Nurzahri

BANDA ACEH - Tingginya angka kemiskinan di provinsi Aceh disinyalir tidak terlepas dari kurangnya lapangan pekerjaan yang tersedia, sehingga pemasukan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sangat terbatas.

Oleh karena itu pemerintah Aceh dibawah kepemimpinan Gubernur Irwandi Yusuf diharapkan mampu untuk menciptakan lapangan-lapangan pekerjaan.

Hal demikian disampaikan ketua komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Nurzahri, saat dimintai tanggapannya terkait dengan angka kemiskinan Aceh yang kini menempati nomor urut satu termiskin di pulau Sumatera.

Nurzahri mengatakan, peluang pekerjaan masyarakat saat ini hanya tersedia pada sektor riil masyarakat seperti pertanian, perikanan dan peternakan, namun itupun diakui Nurzahri belum maksimal digarap, sehingga masih banyak ditemukan lahan-lahan tidur yang tidak termanfaatkan oleh masyarakat.

“Kalau dari sektor industry kita belum bisa berharap banyak karena belum ada industry besar di Aceh, kalau dari birokrat juga kesempatannya sangat terbatas. Namun sayangnya banyaknya lahan tidur tidak termanfaatkan,”ujar politisi Partai Aceh itu.

Nurzahri berharap gubernur Aceh Irwandi Yusuf bisa merealisasikan janjinya dan visi misi pemerintah Aceh untuk memberikan perhtian lebih terhadap sektor-sektor yang bisa membantu pertumbuhan ekonomi dan penyediaan lapangan kerja sehingga bisa mengentaskan angka kemiskinan di provinsi Aceh.

Pada kesempatan itu Nurzahri juga menyebutkan penyebab tingginya angka kemiskinan di Aceh yang tidak terlepas dari pola hidup masyarakat yang semakin konsumtif, misalnya melalui kredit-kredit yang menjerat masyarakat itu sendiri.

Ia meminta agar pemerintah melakukan upaya-upaya untuk menghapuskan praktek-praktek rentenir di masyarakat. “Bahkan kini banyak masyarakat tergantung dengan kredit, sehingga pemerintah harus berfikir bagaimana mengamankan pendapatan masyarakat sehingga tidak terjerat dengan pola-pola rentenir seperti ini,”lanjutnya.

Sementara itu bedasarkan data pada Badan Pusat Statitik (BPS) Aceh disebutkan bahwa angka kemiskinan Aceh saat ini mencapai 16,89. Angka tersebut menempati urutan pertama provinsi termiskin di pulau Sumatera. Padahal pada tahun 2016 lalu Aceh masih berada diurutan nomor dua termiskin di Sumatera.

( ADV )

Penulis:Iqbal
Editor:AK Jailani
Photographer:AK Jailani
Rubrik:Advertorial

Komentar

Loading...