193 Hari Jadi Presiden,

10 Pejabat AS Terdepak

WASHINGTON - Sejak dilantik Januari lalu hingga kini, Donald John Trump telah menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) selama 193 hari. Dalam hitungan ratusan hari itu, sudah sepuluh pejabat penting AS tersingkir, di mana sebagian dipecat dan sebagian mengundurkan diri.

Media-media AS menyebut ada “keguncangan” di internal Gedung Putih. Namun, Trump mengatakan semuanya baik-baik saja.

”Tidak ada kekacauan WH (Gedung Putih). Ini adalah hari yang menyenangkan di Gedung Putih,” katanya di Twitter.

Dengan sepuluh pejabat tersingkir dalam 193 hari, berarti jika dirata-rata setiap 20 hari ada satu pejabat yang dipecat ataupun mengundurkan diri.

Berikut ini sepuluh pejabat AS yang tersingkir sejak Trump memimpin di Gedung Putih.

1. Anthony Scaramucci
Dia dipekerjakan sebagai Direktur Komunikasi Gedung Putih baru 11 hari lalu. Anthony Scaramucci “terpincang-pincang” menjadi tokoh ganda.

Dalam tempo kurang dari dua minggu, sang istri menceraikannya, dia menghapus tweet yang mendukung Hillary Clinton, dia mendorong keluarnya Sean Spicer sebagai juru bicara Gedung Putih dan melawan Kepala Staf Gedung Putih Reince Priebus (yang akhirnya dipecat Trump).

Ironisnya, pengganti Priebus, mantan jenderal John F Kelly merekomendasikan agar Scaramucci dipecat. Dan hari Senin waktu AS, dia dipecat oleh Presiden Trump.

2. Reince Priebus
Priebus mengundurkan diri setelah enam bulan menjabat sebagai Kepala Staf Gedung Putih. Dia berseteru dengan Scaramucci. Priebus dituduh Scaramucci sebagai sosok yang membocorkan rahasia internal kepresidenan Trump kepada media.

Priebus selama ini dikenal sebagai loyalis Trump. Namun, Trump akhirnya menggantikannya dengan mantan jenderal John F Kelly, di mana pengumuman dari Trump disampaikan di Twitter pada 28 Juli lalu.

Dia bertahan 189 hari, kemudian mengundurkan diri—laporan lain menyebut dia dipecat kurang dari seminggu setelah Spicer mengundurkan diri sebagai juru bicara Gedung Putih.

3. Sean Spicer
Spicer mengundurkan diri setelah 183 hari menjabat sebagai juru bicara Gedung Putih. Dia terkadang tampil memalukan, termasuk dengan keras menyatakan tidak setuju dengan Presiden Trump saat penunjukan Scaramucci sebagai Direktur Komunikasi Gedung Putih.

Dia kerap membuat blunder. Contoh, menyebut Pedana Menteri Australia Malcolm Turnbull dengan "Perdana Menteri Trumble". Dia juga pernah men-tweet-kan kata aneh “covfefe” saat menyampaikan informasi dari Gedung Putih yang membuat publik bingung.

Sosok Spicer juga sering dibuat lelucon oleh aktor Melissa McCarthy dalam acara televisi.

4. Michael Dubke
Michael Dubke merupakan Direktur Komunikasi Gedung Putih yang pertama sejak Trump menjabat presiden. Dia mengundurkan diri pada bulan Mei karena alasan pribadi. Dia bertahan 86 hari setelah diperbantukan untuk meringankan beban Spicer.

5.Walter Shaub
Dia sebelumnya menjabat Direktur Kantor Etika Pemerintah AS. Dia mengundurkan diri pada awal Juli atau setelah 181 hari pemerintahan Trump berjalan. Dia menyebut administrasi Trump sebagai ”gudang tawa”.

Dia bentrok dengan Gedung Putih karena kepemilikan keuangan Trump yang rumit dan merupakan kritikus vokal terhadap Trump yang mengabaikan kemungkinan benturan kepentingan antara kepresidenannya dengan bisnisnya.

6. James Comey
Trump memecat James Comey sebagai direktur FBI, 110 hari setelah dia menjabat presiden AS, pada bulan Mei lalu.

Comey dipecat saat menangani penyelidikan tentang dugaan kolusi antara tim kampanye Trump dengan Rusia pada pemilihan presiden 2016. Sepak terjang Comey telah menciptakan “badai kontroversi” untuk pemerintahan Trump.

Trump mengatakan bahwa dia memecat Comey karena menangani penyelidikan atas email Hillary Clinton. Tapi dia mengatakan kepada NBC bahwa pemecatannya terkait dengan “Rusia”.

7. Michael Flynn
Dia sebelumnya menjabat Penasihat Keamanan Nasional AS. Flynn mengundurkan diri pada Februari lalu. Flynn menyesatkan Wakil Presiden Mike Pence dan pejabat administrasi lainnya tentang isi percakapan teleponnya dengan Sergey Kislyak, Duta Besar Rusia untuk AS. Flynn inilah sosok anggota tim kampanye Trump yang diduga terlibat kolusi dengan Rusia untuk membantu Trump memenangkan pemilu presiden 2016.

8. Sally Yates
Yates adalah korban pertama Presiden Trump. Dia adalah pelaksana tugas Jaksa Agung sejak akhir pemerintahan Presiden Barack Obama. Dia dipecat ketika dia menolak untuk mendukung larangan perjalanan imigran asal enam negara Muslim yang dirancang Trump.

9. Preet Bharara
Trump memecat Preet Bharara, jaksa untuk Distrik Manhattan Selatan. Sebuah laporan media AS menyebut Bharara menolak untuk mengajukan surat pengunduran diri kepada Jaksa Agung Jeff Sessions karena sikapnya yang berseberangan dengan pemerintah Trump. Bharara, yang seorang ditunjuk oleh Obama, dipecat bersama sejumlah advokat negara lain era Obama.

10. Kate Walsh
Walsh merupakan mantan Wakil Kepala Staf Gedung Putih dan sekutu dekat mantan Kepala Staf Gedung Putih Reince Priebus. Dia meninggalkan Gedung Putih setelah 70 hari menjalankan agenda kerja “America First”, agen dari sebuah kelompok pro-Trump di luar pemerintah.

Sumber:sindonews.com
Rubrik:Dunia

Komentar

Loading...