Sejarah Kamera Digital,

Dibuat dari Kegagalan Menciptakan Gravitasi Buatan

FOTO | ShutterstockKamera

JAKARTA – Siapa yang tak menggunakan kamera digital saat ini? Seiring berkembangnya zaman, kamera digital kini semakin mudah digunakan serta harganya juga terjangkau, tak jarang kalangan pun dapat membelinya.
Rupa-rupa kamera digital terkadang membuat kita bingung untuk menentukan pilihan, tapi apakah ada Anda benar-benar tahu bagaimana sejarah terbentuknya kamera digital saat itu?

Sebagai pengetahuan Anda, berikut Okezone rangkum dari berbagai sumber sejarah terbentuknya kamera digital.

Sejarah kamera digital dimulai dari Eugene F. Lally dari Jet Propulsion Laboratory. Ketika dia tidak menemukan cara untuk menciptakan gravitasi buatan, dia memikirkan bagaimana menggunakan photosensor mosaik untuk menangkap gambar digital.

Ide pada 1961 adalah bagaimana cara mengambil gambar dari planet dan bintang saat berpergian ke luar angkasa. Sayangnya, teknologi Texas Instrumen yakni Willis Adcock paten AS 4.057.830 pada 1972, belum dapat terealisasikan.

Insinyur Eastman Kodak Steven Sasson pada 1975 menciptakan kamera digital pertama yakni AS 4.131.919. Ia menggabungkan beberapa suku cadang Motorola dengan lensa kamera Kodak dan beberapa sensor elektronik CCD Fairchild yang baru ditemukan. Kamera yang dihasilkan pertama kali memiliki ukuran seperti pemanggang roti dan beratnya hampir 4kg.

Gambar hitam-putih ditangkap oleh kaset digital dan tak hanya itu Sasson juga mengembangkan sebuah layar khusus untuk melihat hasil foto yang diambil. Kamera tersebut memiliki resolusi 0,01 megapiksel yang revolusioner dan butuh waktu 23 detik untuk mengambil gambar pertama.
Berbicara tentang shutter lag, beberapa orang percaya bahwa Kodak melewatkan tipuan dengan tidak mengembangkan terobosan teknologi itu. Resolusi dari kamera digital sebenarnya sering dibatasi oleh sensor gambar yang mengubah cahaya menjadi sinyal diskrit. Semakin terang gambar pada titik tertentu pada sensor, semakin besar nilai yang cibaca oleh piksel itu.
Namun juga bergantung pada struktur fisik sensor, susunan filter warna yang dapat digunakan, sehinga memerlukan demosaicing untuk menciptakan gambar yang full-color. Jumlah piksel di sensor juga menentukan hitungan piksel kamera. Pada sensor yang khusus, jumlah piksel adalah jumllah dari baris dan jumlah kolom. Misalnya, sensor 1.000 x 1.000 piksel akan memiliki 1 juta piksel atau 1 megapiksel.

Sebelum terciptanya kamera digital, kamera analog mungkin merupakan awal era digital, karena mereka merekam gambar ke media elektronik, namun tidak pernah benar-benar lepas landas karena kualitas gambarnya yang buruk dan biaya yang mahal.

Kamera analog biasanya digunakan oleh surat kabar untuk meliput acara seperti Olimpiade 1984, demonstrasi Lapangan Tinanmen tahun 1989 dan Perang Teluk pada 1991.

Kamera analog pertama diluncurkan oleh Canon yang mulai dijual yakni RC-701 pada 1986. Tim Sains ASI Universitas Calgary Kanada juga membangun kamera digital pertama untuk memotret aurora yaitu kamera All-Sky Fairchild. Kamera tersebut merekam data digital dan bukan analog. Pada Oktober 1981, revolusi digital diluncurkan bersamaan dengan peluncuran disket compact yang pertama di dunia, Sony CDP-101.

Respons pasar yang positif terhadap kemajuan teknologi kamera digital membuat sejumlah produsen mengembangkan kamera digital yang dapat digenggam yakni Fuji DS-1P, dikembangkan pada 1988 namun tidak pernah terjual. Kamera ini merekam gambar sebagai file terkomputerisasi yang disimpan pada kartu memori internal SRAM 16MB yang dikembangkan bersama dengan Toshiba.

Di tahun yang sama, Digital Darkroo menjadi program manipulasi gambar pertama untuk komputer Macintosh. Di tahun yang sama juga, standar JPEG dan MPEG pertama ditetapkan. Kemara digital pertama yang mulai dijual adalah Dycam Model 1 tahun 1990 versi abu-abu, yang dipasarkan sebagai Logitech Fotoman.

Ia menggunakan sensor gambar CCD yang menyimpan gambar secara digital dan dapat terhubung langsung ke PC. Kamera digital juga terbagi dalam beberapa jenis, yakni kamera poket. Kamera ini sangat praktis dan mudah dibawa ke mana saja. Kamera ini dulunya hanya bisa menggunakan daya batu baterai.

Jenis kamera lainnya ada Rugged Compact, tipikal kamera ini biasanya digunakan untuk perjalanan yang menantang, fungsinya juga tak jauh berbeda dengan action camera. Begitupun dengan kamera 360 derajat, bedanya kamera ini dapat menangkap gambar atau video sampai 360 derajat dengan menggunakan dua lensa back-to-back dan mengambil gambar secara bersamaan.

Bridge camera, secara fisik kamera ini menyerupai DSLR dan terkadang banyak yang menyebut kamera DSLR. Mereka menyediakan beberapa fitur serupa, namun seperti poket, mereka menggunakan lensa tetap dan sensor kecil.

Kini, banyak bermunculan kamera Mirrorless yang menggunakan berbagai sensor dan menawarkan pertukaran lensa. Kamera ini lebih sederhana ketimbang DSLR. Terdapat juga kamera modular, kamera digital single lens translucent (DSLT), digital rangefinders, sistem kamera line-scan, dan kamera stand alone.

Sumber:okezone.com
Rubrik:Tekno

Komentar

Loading...