Kunjungi Panti Rehab,

Nasir Djamil Prihatin, Generasi Muda Korban Narkoba

FOTO | IQBALPertemuan

BANDA ACEH - Anggota Komisi Hukum dan HAM DPR RI Fraksi PKS asal Aceh M Nasir Djamil mengunjungi panti rehabilitasi korban narkoba yang dikelola Yayasan Pintu Hijrah (Sirah), Rabu (9/8/2017) di Banda aceh.

Dalam kunjungan yang dilakukan semasa reses itu, Nasir Djamil membangikan buku tentang bahaya narkoba kepada pengasuh untuk dibaca oleh para korban yang direhab.

Nasir Djamil mengakui prihatin dengan banyaknya generasi muda yang menjadi korban peredaran gelap narkoba. Hal ini terlihat dari penghuni panti rehab yang semuanya masih tergolong muda. Yang lebih parah ada yang sejak sekolah dasar sudah mengisap ganja.

"Awalnya mereka ikut-ikutan lalu menjadi pencandu berat. Kadang kita hampir putus asa melihat korban korban narkoba karena minimnya perlindungan dari negara", ujar Nasir Djamil.

Dari para pengelola panti, Nasir Djamil juga menerima masukan berupa masih kurang sinerginya antara institusi yang memiliki otoritas menanggulangi korban narkoba. Disamping itu, kesadaran para keluarga untuk memiliki pengetahuan soal bahaya narkoba juga belum memadai dikarenakan belum masifnya sosialisasi tentang daya rusak barang haram itu.

"Kita berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat mengalokasi anggaran sosialisasi dan edukasi serta membantu dana kepada organisasi masyarakat sipil yang bergerak di bidang rehabilitasi untuk korban narkoba", ujar Nasir Djamil.

Kepada pengelola panti rehab Sirah, Nasir Djamil menyampaikan terima kasih karena masih punya kepedulian dan dedikasi meskipun anggaran sangat minim.

"Mereka itu adalah mujahid dan mujahidah yang mengorbankan waktu dan tenaganya guna membantu korban karena negara tidak mampu melindungi warganya dari peredaran gelap narkoba. Seharusnya pemerintah memberikan perhatian untuk mereka dan bukan sebaliknya", ungkap Nasir Djamil

Institusi Wajib Lapor

Dalam kunjungan tersebut, Nasir Djamil juga menyinggung soal institusi wajib lapor yang belum diketahui secara umum oleh masyarakat. Padahal Institusi Pertama Wajib Lapor ( IPWL) adalah pintu pertama bagi korban narkoba utk direhabilitasi.

Secara umum, lanjut Nasir Djamil, keberadaan IPWL yang masih sedikit dan juga keadaannya seperti mati suri. Hal ini bisa jadi karena banyak orang tua yang masih takut dipidanakan dan malu kalau melaporkan anggota keluarganya yang menjadi korban narkoba.

Padahal dengan mengadu ke IPWL maka korban narkoba terhindar dari jeratan pidana. Ke depan, kata Nasir Djamil, sosialisasi tentang IPWL harus dilakukan ke seluruh lapisan masyarakat.

"Jika IPWL tersosialisasi dengan baik, saya yakin korban narkoba akan berkurang masuk penjara", kata politisi PKS itu.

Penulis:Iqbal
Editor:AK Jailani
Photographer:Iqbal
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...