Dana Otsus Melimpah,

Aceh Masih Termiskin di Sumatera

FOTO | ISTIMEWANova Iriansyah

BANDA ACEH - Besaran data Otonomi Khusus (otsus) yang diterima Aceh setiap tahunnya tidak berbanding lurus dengan menurunnya angka kemiskinan di Provinsi Aceh.

Hal demikian disampaikan Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah saat membuka rapat koordinasi antisipasi peningkatan angka kemiskinan dan percepatan penyaluran beras sejahtera (rastra) dan raskin tahun 2017 di gedung Serbaguna, Setda Aceh.

Rapat ini digelar untuk mensinergikan upaya pengentasan kemiskinan dan percepatan penyaluran rastra/raskin di Aceh.

Nova mengakui, setelah dilakukan penelitian penyebab tingginya angka kemiskinan, diketahui bahwa terlambatnya penyaluran raskin/rastra menjadi salah satu penyebab. Nova berharap agar penyaluran rastra/raskin dipercepat, mengingat pada bulan September kembali akan dilakukan survey angka kemiskinan di Aceh.

Nova menyebutkan, data pada Badan Pusat Statistik (BPS) RI pada Senin 17 Juli 2017 terhadap survei yang dilakukan Maret 2017, disimpulkan bahwa angka kemiskinan di Aceh naik 0.46 poin dari 16.43 persen menjadi 16.89 persen.

“Dimana tingkat kelancaran dan ketepatan waktu penyaluran rastra memiliki bobot 26 persen terhadap pengaruh angka kenaikan angka kemiskinan tersebut,”ujar Nova saat didampingi Ketua DPRK Banda Aceh Arif Fadillah.

Nova juga menjelaskan, berdasarkan data kemiskinan dan ketimpangan kabupaten/kota tahun 2017 yang dipublikasikan BPS pada 3 Agustus 2017, terdapat lima kabupaten dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Aceh, yaitu Gayo Lues, Aceh Singkil, Bener Meriah, Pidie dan Pidie Jaya.

"Salah satu indikator penyumbang kenaikan angka kemiskinan pada survei yang dilakukan pada triwulan pertama tahun 2017 adalah karena keterlambatan penyaluran rastra dan raskin triwulan pertama tahun 2017," ujar Nova.

Nova menyebutkan, rastra raskin merupakan subsidi pangan dalam bentuk beras yang diperuntukkan bagi rumah tangga berpenghasilan rendah sebagai upaya dari pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan dan memberikan perlindungan sosial kepada rumah tangga sasaran.

Program ini bertujuan untuk mengurangi beban keluarga penerima manfaat. "Untuk itu, penyaluran rastra ini harus disalurkan sesuai waktu yang telah direncanakan berdasarkan indikator 6 T. Yaitu tepat sasaran, tepat jumlah, tepat harga, tepat waktu, tepat kualitas dam tepat administrasi," ujar Nova.

Nova juga menjelaskan, berdasarkan pagu rastra raskin 2017 yang telah ditetapkan oleh pusat, maka Aceh mendapatkan alokasi pagu sebesar 68 juta kilogram dengan jumlah sasaran penerima sebanyak 381.450 keluarga penerima manfaat (KPM).

Dibanding tahun 2016, jumlah pagu rastra raskin tahun ini mengalami kenaikan sebesar 4.451.400 kilogram dari sebelumnya sebesar 64.209.600 kilogram, atau naik 6.93 persen seiring adanya kenaikan jumlah penerima manfaat sebanyak 24.730 KPM dari sebelumnya sebanyak 356.720 KPM.

Pada rakor tersebut Nova juga mengatakan, ke depan agar dapat memberikan perhatian dan ruang yang besar melalui program-program dan kegiatan-kegiatan untuk mendorong percepatan penurunan angka kemiskinan di Aceh secara signifikan.

Rapat ini turut dihadiri para Bupati/Walikota se Aceh, tim koordinasi rastra dan raskin kabupaten/kota se Aceh, kepala Bapeda, kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong, kepala Dinas Sosial Aceh, kepala BPS Aceh, kepala Perum Bulog Div Regional Aceh dan para tamu lainnya.

Sumber:antero
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...