Korut Ingatkan AS

Tak Boleh Lupa Musuhnya Bersenjata Nuklir

FOTO | KCNAPemimpin Korea Utara Kim Jong-un

PYONGYANG - Rezim Korea Utara (Korut) meledek Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mereka sebut hobi mengumbar ego aneh di Twitter. Pyongyang juga mengingatkan Washington untuk tak lupa bahwa musuhnya bersenjata nuklir dan rudal balistik.

Ledekan melalui editorial kantor berita negara Korut, KCNA, ini muncul beberapa jam setelah Trump mengklaim pemimpin Pyongyang Kim Jong-un sudah mulai menghormati Washington.

“Trump secara teratur mem-posting artikel aneh dari pemikiran yang didorong egonya di Twitter dan semburan sampah untuk membuat asistennya mengalami masa sulit,” tulis KCNA.

Latihan perang gabungan AS dan Korea Selatan kembali disinggung Korut. ”Latihan ini terlalu radikal dan berbahaya untuk membungkus tindakan genting yang dianggap sebagai latihan 'tahunan' dan 'defensif’,” lanjut editorial KCNA.

”AS tak boleh lupa bahwa musuhnya dipersenjatai dengan senjata nuklir dan rudal balistik,” imbuh editorial itu. ”AS harus terbangun dari cara lama mereka berpikir bahwa tanah mereka aman dan kematian ada di pihak lain.”

Terkait latihan perang gabungan AS dan Korea Selatan, Korut memperingatkan bahwa militer Pyongyang tidak akan hanya duduk. ”Dan melihat perilaku orang-orang bodoh yang darahnya dibakar dengan dendam,” sambung editorial media rezim Kim Jong-un.

Publikasi kantor berita itu menyebut Korea Selatan sebagai boneka dan binatang peliharaan AS. “Yang menyematkan harapan pada orang gila,” tulis KCNA menyindir Trump.

Sebelumnya, Presiden Trump di depan para pendukungnya di Arizona mengklaim bahwa Kim Jong-un sudah mulai menghormati AS.

”Dan Anda melihat apa yang terjadi di Korea Utara,” kata Trump. ”Tiba-tiba, saya tidak tahu, siapa yang tahu, tapi saya bisa memberi tahu Anda, apa yang saya katakan, itu tidak cukup kuat, beberapa orang bilang itu terlalu kuat, itu tidak cukup kuat,” ujarnya mengacu pada ancaman respons “api dan amarah” AS jika Kim Jong-un menyerang AS dan sekutunya.

”Saya menghormati kenyataan bahwa dia mulai menghormati kami. Dan mungkin, mungkin tidak, tapi mungkin, sesuatu yang positif bisa terjadi,” kata Trump.

Sumber:sindonews.com
Rubrik:Dunia

Komentar

Loading...