Aktifis HAM,

Diajak Beri Perhatian Terhadap Kasus Genosida Rohingya

FOTO | AFPKeluarga etnis Mro yang melarikan diri dari desa mereka karena kerusuhan berada di tempat penampungan sementara di sebuah desa dekat Kota Maungdaw di negara bagian Rakhine utara, Myanmar, 31 Agustus 2017.

BANDA ACEH - Aktifis HAM dan Kemanusiaan diseluruh dunia diajak untuk memberikan perhatian serius terhadap kasus genosida etnis Rohingya, Myanmar.

Ajakan itu disampaikan Koordinator Aksi Masyarakat Aceh Peduli Rohingya Michael Octaviano pada aksi damai di Simpang Lima Banda Aceh, Senin (04/09) pagi.

Dalam aksinya mereka mengutuk keras aksi brutal militer Myanmar. Mereka juga mendesak agar nobel perdamaian yang pernah diberikan kepada pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi dicabut karena tidak pantas.

“Kami juga mendesak agar status keangotaan Myanmar dari ASEAN dicabut, dan anggota ASEAN agar menekan rezim militer Myanmar untuk menghentikan ptaktik genosida terhadap Rohingya,”lanjutnya.

Michael turut mendesak agar Mahkamah kejahatan internasional agar mengadili pihak-pihak yang bertanggungjawab dalam praktik genosida terhadap etnis Rohingya di Myanmar.

“Kami juga mendesak agar PBB untuk ikut menangani secara sungguh-sungguh tragedi kemanusiaan terburuk sepanjang abad ini dan telah berlangsung lama di Myanmar,”lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut pihaknya juga mendorong pemerintah Indonesia untuk menerima para pengungsi Rohingya untuk sementara waktu sambil melakukan langkah-langkah diplomatic yang lebih tegas terhadap Myanmar agar mereka menerima kembali Myanmar serta menjamin kemanannya.

“Dan usir duta besar Myanmar dan jangan lagi berada di Indonesia,”tambahnya.

Michael berharap pemerintah Aceh untuk ikut mengeluarkan pernyataan mengecam aksi brutal tentara dan biksu di Myanmar.

Selain aksi di simpang lima, masyarakat Aceh peduli rohingya juga menggelar aksi di Vihara dan menggelar pertemuan dengan tokoh-tokoh Budha di Banda Aceh.

“Kita mengaja mereka untuk sama-sama mengecam apa yang terjadi di Myanmar, karena Aceh luar biasa dalam hal toleransinya, tidak ada gangguan dalam masalah agama,”pungkasnya.

Penulis:Iqbal
Editor:AK Jailani
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...