Aroma Daun Pisang,

Kunci Kelezatan Nasi Timbel Khas Sunda

FOTO | ResepharianIlsutrasi

JIKA berkunjung ke Bandung atau daerah Jawa Barat lainnya pasti akrab dengan suguhan nasi timbel yang khas disajikan di warung ataupun restoran sunda ala lesehan. Siapa sangka, nasi timbel dulunya dijadikan sebagai bekal makanan yang bisa dibawa pergi kemanapun.

Merujuk pada buku 80 Warisan Kuliner Nusantara karya Semijati Purwadaria, Jumat (6/10/2017) yang disebut nasi timbel adalah nasi yang dibungkus daun pisang. Bentuknya seperti guling dan disajikan dengan berbagai lauk pendamping.

Kelezatan nasi timbel terletak pada aromanya yang khas yakni aroma daun pisang. Aroma ini tercipta karena nasi dibungkus panas-panas jadi aroma daun pisang langsung muncul dan meresap ke dalam nasi. Nasi timbel pada awalnya ditujukan sebagai bekal. Membungkus nasi dengan cara ini dianggap lebih praktis dibuat maupun dibawa.

Lauk pauk yang biasa terlihat melengkapi nasi timbel cukup bervariasi mulai dari ayam goreng, ikan asin, ikan lele, hingga tempe dan tahu. Tapi yang wajib tersaji dalam suguhan nasi timbel adalah sambal terasi dan lalapan seperti mentimun dan daun kemangi segar.

Kini nasi timbel disajikan lebih apik, apalagi di restoran atau hotel berbintang. Bungkus nasi timbel lebih rapi tergulung Indah dan disajikan di atas tampah anyaman bambu kecil.

Selain beberapa menu andalan, nasi timbel juga sering disajikan dengan ulukuteuk yakni olahan oncom khas Sunda yang bercita rasa pedas manis. Saat ini nasi timbel banyak disajikan di acara-acara istimewa. Tapi fungsinya sebagai bekal masih tetap terjaga hingga kini, orang masih banyak membawa nasi timbel sebagai bekal piknik.

Selain lebih praktis, nasi timbel juga awet dalam waktu lama. Jika nasi diolah secara tradisional atau diaron maka nasi timbel memiliki jangka waktu konsumsi yang lebih panjang. Pasalnya selain menyumbang aroma, daun pisang juga memiliki fungsi sebagai pengawet alami karena dipercaya mengandung zat anti bakteri.

Sumber:okezone.com
Rubrik:Kesehatan

Komentar

Loading...