Eskalator Emas Raja Salman Macet,

Saat Kunjungan Bersejarah di Rusia

FOTO | ISTIMEWAEskalator emas pesawat pribadi Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud dari Arab Saudi tiba-tiba macet saat kunjungan bersejarah di Rusia.

MOSKOW - Insiden tak mengenakkan dialami Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud dari Arab Saudi saat kunjungan bersejarah di Rusia. Pesawat pribadinya mendarat sempurna, tapi eskalator emas pesawat itu tiba-tiba macet.

Raja berusia 81 tahun itu terpaksa berjalan kaki menyusuri sisa tangga eskalator sampai kakinya menginjak tanah Moskow. Pemandangan tak biasa pada hari Rabu lalu itu jadi sorotan media-media internasional.

Sama seperti kunjungan ke beberapa negara pada umumnya, kunjungan Raja Saudi ini membawa rombongan ribuan orang. Hotel-hotel bintang lima di Moskow dilaporkan telah disewa rombongan raja kaya ini selama kunjungan di Rusia.

Video macetnya eskalator pesawat pribadi Raja Salman telah dirilis banyak media. Insiden itu direspons para pengguna media sosial dengan membuat lelucon.

“Beruntung baginya, eskalator tidak mulai balik badan dan kembali ke pesawat,” tulis pengguna akun Twitter @Tin_Tin_in_Tibt.

Pengguna akun Twitter @sukhan85 menulis; “Hahahah!!! Perusahaan produksi eskalator emas akan segera ditutup!!”.

“Dia tampak ngeri karena harus berjalan sendiri menuruni tangga,” tulis pengguna akun Twitter @hanala85.

Kunjungan Raja Salman di Rusia berlangsung empat hari hingga Sabtu (7/10/2017). Selama kunjungan bersejarah Raja Saudi ini, kedua negara mencapai kesepakatan terkait penjualan senjata termasuk sistem pertahanan rudal canggih S-400. Para pemimpin kedua negara juga membahas pasar minyak dan krisis Suriah.

Presiden Vladimir Putin menyambut Raja Salman ketika tiba pertama kali di negaranya. ”Ini adalah kunjungan pertama seorang raja Arab Saudi dalam sejarah hubungan kita dan itu sendiri merupakan peristiwa penting,” ucap Putin dalam sambutannya, seperti dilansir The Telegraph.

”Saya yakin kunjungan Anda akan meningkatkan hubungan antara negara kita,” lanjut Putin.

Raja Salman pun merespons sambutan pemimpin Kremlin tersebut. ”Kami bertujuan untuk memperkuat hubungan kita demi kepentingan perdamaian dan keamanan, demi pengembangan ekonomi dunia,” katanya.

Sumber:sindonews.com
Rubrik:Dunia

Komentar

Loading...