Zulfikar, ST : Teknologi Tak Bisa Dibendung Lagi, Tranportasi Konvensional Harus Ikuti Perkembangan Zaman

Foto | acehimage.comAnggota DPRK Banda Aceh Komisi C Zulfikar, ST

BANDA ACEH - Transportasi online terus berkembang di Banda Aceh, pendapatan transportasi konvisional menurun drastis. Pasalnya masyarakat lebih memilih angkutan yang menggunakan aplikasi yang dianggap bisa memberikan pelayanan yang sangat mudah dan murah.

Anggota DPRK Banda Aceh Komisi C Zulfikar, ST menyarankan agar pemilik transportasi konvisional perlu mengikuti perkembangan zaman agar tidak tertinggal dengan transportasi yang berbasis aplikasi atau online. Transportasi konvisional harus memanfaatkan teknologi dengan menggunakan aplikasi yang terintegrasi dengan telepon pintar.

“Teknologi ini tidak bisa dibendung lagi, pengusaha rental, taxsi, tukang becak dan ojek harus beralih menggunakan teknologi, harus ikuti perkembangan zaman sehingga usahanya tetap jalan, masyarakat sekarang ingin dilayani dengan mudah, cepat dan murah,” kata Zulfikar, ST, Jumat 20 Oktober 2017.

Sejak masuknya transportasi online di Banda Aceh kini jumlahnya mencapai 500 yang menggunakan mobil dan gojek juga mencapai 500, angka ini akan terus bertambah seiring minat masyarakat yang menggunakan jasa transportasi online semakin meningkat.

Zulfikar, ST menyarankan, Pemerintah Kota Banda harus mendukung dan mengembangkan pemilik aplikasi lokal, seperti Ho Jak, sehingga transportasi online ini bisa bergabung pada aplikasi lokal.

“Lebih baik lagi kalau aplikasi ini dikelola oleh pengusaha lokal, jangan sampai bisnis ini dikelola di luar Aceh, hasilnya dibawa ke sana ini rugi. Maka pemerintah perlu memberikan pemahaman melalui pelatihan khusus untuk pengusaha transportasi konvisional tentang pemanfaatan teknologi untuk bisnis,” kata Zulfikar, ST.

Menurut Zulfikar, ST, penggunaan teknologi itu untuk memudahkan masyarakat mengakses, saat ini masyarakat ingin transportasi yang aman dan mudah.

“Ada kejadian penumpang diturunkan di jalan, karena ribut antar tukang becak, ini memalukan. Masyarakat ingin yang nyaman," kata Zulfikar.

Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...