Pemerintah Kota Banda Aceh Diminta Tindak Tegas Pelaku Prostitusi

Foto | acehimage.comAnggota DPRK Banda Aceh Komisi C Zulfikar, ST

BANDA ACEH - Pemerintah Kota Banda Aceh harus bersikap tegas praktik prostitusi dan berbagai bentuk kemaksiatan yang bisa merusak moral dan akhlak bagi warga Kota Banda Aceh.

Hal tersebut diungkapkan oleh Anggota DPRK Komisi C Zulfikar, ST. Dia mengecam terhadap bisnis gelap yang mulai muncul kembali di Kota Syariat Islam ini.

“Ini sinyal kepada Pemerintah Kota Banda Aceh agar harus serius membasmi praktik prostitusi, jangan kalah dengan para pihak yang ingin mengotori kota ini dengan berbagai maksiat, jangan dibiarkan bisnis gelap ini mengakar,” kata Zulfikar, ST, Senin 23 Oktober 2017, di Banda Aceh.

Politisi muda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Banda Aceh ini, mengimbau pemerintah bersama dengan lembaga penegakan hukum Syiriat Islam agar mewaspadai praktik prostitusi online yang dapat merusak akhlak warga dan generasi muda Kota Banda Aceh.

“Pemerintah Kota Banda Aceh harus bertindak tegas terhadap para pelaku prostitusi. Jangan sampai praktik prostitusi merusak generasi bangsa, pemerintah jangan lemah dalam penegakan hukum Syariat Islam di Kota Banda Aceh,” katanya.

Baru-baru ini personel opsnal Satreskrim Polresta Banda Aceh meringkus jaringan prostitusi di Hotel Grand Nanggroe, pada Minggu 22 Oktober 2017.

Polisi mengamankan seorang germo alias mucikari berinisial AI (38), polisi juga mengamankan dua wanita berinisial NS (23) dan ME (23), yang saat itu sedang berada di kamar hotel.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti lainnya berupa telepon genggam, uang tunai sebanyak Rp 3,3 juta.

Zulfikar, ST mendesak Pemerintah Kota Banda harus memberikan saksi tegas dan keras untuk Hotel Grand Nanggroe, pasalnya hotel itu sudah sering ditemukan kegiatan-kegiatan yang melanggar Syariat Islam.

Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...