Pemko Banda Aceh Diminta Tindak Tegas Hotel yang Langgar Aturan Syariat Islam

Foto | acehimage.comAnggota DPRK Banda Aceh Komisi C Zulfikar, ST

BANDA ACEH - Anggota DPRK Banda Aceh Komisi C Zulfikar, ST meminta Pemerintah Kota Banda Aceh harus menindak tegas hotel dan losmen yang membiarkan terjadi maksiat di kota Syariat Islam.

“Harus tegas kalau ada (hotel dan losmen) yang membandel, Pemerintah Kota Banda Aceh segera cabut izinnya bila tidak menghargai aturan yang berlaku,” kata Zulfikar, Selasa 24 Oktober 2017.

Politisi muda Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Banda Aceh ini menyarankan, agar pemerintah mengingatkan kembali bagi seluruh penyedia jasa penginapan baik hotel, losmen dan jenis penginapan lainnya di Banda Aceh untuk mematuhi hukum dan aturan yang berlaku di Aceh, jangan sampai kemudian pelanggaran Syariat Islam terus terjadi di pusat kota Provinsi Aceh.

“Harus diingatkan lagi, jangan bermain-main dengan tindakan asusila. Kita sudah punya aturan harus dipatuhi dan dijalankan,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kota Banda Aceh harus bersikap tegas praktik prostitusi dan berbagai bentuk kemaksiatan yang bisa merusak moral dan akhlak bagi warga Kota Banda Aceh.

“Ini sinyal kepada Pemerintah Kota Banda Aceh agar harus serius membasmi praktik prostitusi, jangan kalah dengan para pihak yang ingin mengotori kota ini dengan berbagai maksiat, jangan dibiarkan bisnis gelap ini mengakar,” kata Zulfikar, ST.

Baru-baru ini personel opsnal Satreskrim Polresta Banda Aceh meringkus jaringan prostitusi di Hotel Grand Nanggroe, pada Minggu 22 Oktober 2017.

Polisi mengamankan seorang germo alias mucikari berinisial AI (38), polisi juga mengamankan dua wanita berinisial NS (23) dan ME (23), yang saat itu sedang berada di kamar hotel.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti lainnya berupa telepon genggam, uang tunai sebanyak Rp 3,3 juta.

Zulfikar, ST mendesak Pemerintah Kota Banda harus memberikan saksi tegas dan keras untuk Hotel Grand Nanggroe, pasalnya hotel itu sudah sering ditemukan kegiatan-kegiatan yang melanggar Syariat Islam.

Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...