[Wawancara]

Humas Pemerintah Aceh: Gubernur Irwandi Itu Ligat, Cepat dan Sigap Mengambil Kesimpulan

Foto | Humas Pemerintah AcehMulyadi Nurdin Humas Pemerintah Aceh

BANDA ACEH - Humas pemerintah merupakan ujung tombak dalam menyampaikan program dan kinerja pemerintah.

Humas juga sebagai corong atau sumber informasi yang harus disampaikan kepada masyarakat, Humas dituntut kemampuannya dalam menghadapi berbagai tantangan dan perubahan zaman yang sangat cepat terutama menghadapi perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi.

Humas pemerintah juga diharapkan dapat meningkatkan pelayanan dan pengelolaan  informasi  di setiap instansinya, serta mampu mendorong partisipasi masyarakat dalam mensukseskan berbagai program pemerintah yang hasilnya dapat dinikmati oleh publik.

Mulyadi Nurdin Humas Pemerintah Aceh yang berkesempatan mendampingi dua gubernur Aceh yang berbeda yang sama-sama latar belakang GAM. Bagaimana kemudian dia mampu mengelola informasi dengan baik sehingga semua informasi bisa disampaikan dengan baik kepada publik, berikut wawancara wartawan mediaaceh.com bersama Mulyadi Nurdin yang juga alumni Timur Tengah.

Anda berkesempatan mendampingin dua gubernur Aceh yang berbeda, apa perbedaan saat Anda mendampingi Abu Doto dengan Irwandi Yusuf?

Dari sisi tugas sama, kami membangun pancitraan pemerintah, sebagai corong gubernur dan wakil gubernur kami menyampaikan informasi terbaru kepada masyarakat yang sudah ditunggu-tunggu.

Siapa pun yang menjadi gubernur dan wakil gubernur tugas humas tidak beda, yang berbeda pimpinan saja, tentu masing-masing pemimpin itu punya keinginan dan krakter yang berbeda, kami harus menyesuaikan diri, agar tujuan dari semua kegiatan dan informasi itu tercapai dengan baik.

Tugas Humas pemerintah ini sebenarnya menyenangkan, menyampaikan informasi yang kepada masyarakat tentang kegiatan gubernur dan wakil gubernur.

Meski dalam penyampaian informasi itu tidak mesti humas yang menjadi nara sumber, siapa pun boleh jadi narasumber yang pasti sesuai tupoksi. Dalam penyampaian informasi Humas lebih menonjolkan gubernur dan wakil gubenur sebagai narasumber utama, bila pun kemudian yang menyampaikan infromasi itu Humas tentu apa yang ingin disampaikan oleh gubernur dan wakil gubernur.

Apa bedakan karakter antara Abu Doto dengan Irwandi Yusuf?

Karakter tentu berbeda, Abu Doto dengan usia sudah lanjut, kalau Irwandi Yusuf gubernur senior yang sudah dua kali jadi gubernur, ketika kami berkomunikasi beliau cepat sekali menangkap dan langsung menuju pada kesimpulan.

Pak Irwandi sangat mudah memahami lawan bicaranya, kita baru saja bicara beberapa kalimat, beliau sudah mengetahui arah pembicaraan, kalau memang apa yang kita sampaikan itu baik langsung beliau setuju, begitu juga sebaliknya. Cara seperti ini bagus, untuk menghemat waktu. Pak Irwandi senang bila kita menyampaikan informasi dengan singkat langsung pada poinnya, karena beliau tidak mau berlama-lama.

Apa kesulitan mendampingi Irwandi Yusuf?

Tidak terlalu sulit mendampingi Irwandi Yusuf, beliau gerak cepat, kita harus menyesuaikan irama, dalam segala hal Gubernur Irwandi itu ligat, cepat dan sigap mengambil kesimpulan, jadi kita harus memahami pemikiran dan langkah-langkah yang akan ditempuh.

Kami di Humas menikmati saja, tidak sulit, di mana pun kita kerja tidak ada istilah santai. Humas itu kerjanya tidak mengenal jam kerja, saat saya bersama Abu Doto juga bekerja sampai jam 1 malam, begitu juga sekarang bersama Pak Irwandi, kadang sampai jam 3 malam baru selesai rapat, ini biasa kami menikmati saja, di sini peluang banyak dapat kawan.

Sebagai Humas apakah sulit untuk bertemu dengan Irwandi Yusuf?

Tentu perlu menyesuaikan waktu, karena Pak Irwandi ada juga jadwal kunjungan keluar daerah, kami bisa bertemu dengan mudah baik di rumah dan di kantor. Bagi Gubernur Irwandi tidak ada istilah rumah dan kantor, rumah juga jadi kantor, saya sering menghadap ke rumah dalam konteks kerja, ini bagian dari kemudahan, tengah malam pun beliau masih aktif.

Kadang jam 1 malam Pak Irwandi juga masih melayani dan menerima tamu di rumah. Beliau sering pulang jam 2 malam dari kantor, bukan jam 5 sore pulang, mungkin orang lain belum tentu mau melayani tamu diluar jam kerja.

Bagi Pak Gubernur Irwandi kerja itu harus tuntas tidak mengenal jam, tidak mengenal tempat, di mana pun semua pekerjaan itu harus diselesaikan. Pak Irwandi tidak kaku, tidak telalu birokratis,

Irwandi Yusuf kerap menabrak protokoler, gaya seperti ini membuat Humas kesulitan?

Tidak kesulitan, beliau ingin simple semuanya, protokoler sudah standar yang harus diterapkan, kadang-kadang beliau tidak memberitahukan protokoler kami hanya menyesuaikan diri, kalau agenda yang sudah terjadwal kita sudah siapkan duluan, Pak Irwandi ini sebenarnya tidak kaku, dalam susunan acara resmi pun beliau sering memberikan masukan, agar acaranya lebih santai lebih singkat, tentu kami harus menyesuaikan diri.

Apa Irwandi Yusuf sering meminta pandangan?

Kami yang sering meminta pandangan karena Pak Irwandi sebagai pemimpin, kalau ada masalah atau isu saya kerap meminta pandangan dan pendapat, saya tidak boleh bicara atas nama pribadi, bicara sebagai Humas atas nama gubernur dan wakil gubernur Aceh, jadi statement saya atas persetujuan beliau dulu baru saya boleh bicara. Kadang Pak Irwandi tidak bicara langsung, tapi pernah bicara dalam forum kemudian kami kemas menjadi pernyataan resmi.

Bagaimana Humas menjelaskan ke publik saat dihadapi dengan isu miring yang dialamatkan kepada Gubernur Irwandi Yusuf?

Tugas Humas membangun pencitraan yang baik terhadap gubernur, wakil gubernur Aceh dan Pemerintah Aceh, kalau ada isu yang mengarah negatif, kami harus mencari isu lain yang dapat memberi citra positif, biasanya kami publis berita yang prestasi dan gebrakan gubernur, berdasarkan ini masyarakat bisa menilai ternyata persepsi itu salah, mungkin ada yang belum mendapat informasi yang valid, maka kami segera mengcounter dengan berita yang bersifat positif.

Gubernur Irwandi Yusuf selalu ingin dekat dengan masyarakat , setiap kali ke daerah pasti ingin bertemua dengan masyarakat, apakah ini keinginan Pak Irwandi?

Sejak dilantik menjadi gubernur Pak Irwandi meminta jadwal khusus untuk bertemu lansung dengan masyarakat, ini keinginan beliau sendiri. Sekarang sudah ada jadwal rutin setiap hari Jumat masyarakat bertemu langsung dengan Pak Irwandi di kantor.

Pak Irwandi ingin mendengar langsung keluhan dan curhat masyarakat, dalam pertemuan itu masyarakat bebas berbicara apa pun.

Masyarakat banyak menyampaika keluhan, curhat dan meminta yang ringan. Misalnya ada yang meminta mesin jahit, ini logis dan sederhana, mereka tidak meminta uang. Banyak usaha masyarakat yang sudah diproduksi, tapi membutuhkan alat kerja dan dukungan dari pemerintah, ini memungkinkan bisa tangani langsung, karena kepala dinas juga diundang oleh Pak Irwandi.

Dari pertemuan ini gubernur bisa memetakan langsung masalah yang dihadapi oleh masyarakat selama ini, sehingga dalam mengambil kebijakan dan program pembangunan bisa menyesuaikan dengan aspirasi masyarakat.

Dari pertemuan ini juga Pak Irwandi tahu, ternyata masyarakat membutuhkan alat kerja dan dukungan, masyarakat tidak meminta dalam bentuk uang.

Kalau di daerah bagaimana?

Setiap ke daerah Pak Irwandi masuk ke gampong-gampong, ingin memastikan pembangunan di wilayah itu, beliau tetap ingin bertemu dengan masyarakat dan mendengarkan keluhan, pertemuan sederhana bicara apa adanya, tidak formal.

Bila ada masalah yang menghambat atau ada orang yang menghambat pembangunan di daerah langsung menelpon yang bertanggung jawab di lokasi, baik itu pemerintah setempat, pihak swasta dan orang yang menghambat.

Pak Irwandi ingin masalah itu diselesaikan segera, tidak ingin prosesnya lama, agar pembangunan itu berlangsung dengan baik tanpa hambatan dan alasan yang tidak logis.

Kalau pejabat tidak beras langsung diberikan peringatan, begitu juga dengan kontraktor, bila tidak menyelesaikan pekerjaan dan tidak sesuai langsung diancam blacklist perusahaan termasuk orangnya.

Pak Irwandi tidak percaya dengan laporan manis dan laporan di atas meja, beliau ke lokasi ingin memastikan sendiri.

Pak Gubenur Irwandi sangat peduli dengan daerah terpencil, kalau hutan beliau tetap masuk, kalau ada gajah tetap masuk juga, semua ingin dipastikan bahwa tidak gangguan dalam pembangunan di daerah.

Baru-baru Pak Gubernur Irwandi dan Wakil Gubernur Nova Iriansyah sama-sama ke daerah, lokasinya berbeda-beda. Pak Irwandi turun ke 10 kabupaten/kota, sementara Pak Nova Iriansyah ke 13 kabupaten/kota, tentu ini tujuannya ingin melihat langsung proyek yang dibangun di daerah.

Irwandi Yusuf aktif di media sosial, apa pun yang yang ditulis menjadi viral, ada yang menyambut dengan positif ada juga yang negatif, sebagai Humas bagaimana menyingkapinya?

Pak Gubernur Irwandi Yusuf sudah lama aktif di media sosial, jauh sebelum menjadi gubernur beliau sudah sangat aktif di dunia teknologi internet, beliau tidak bisa dipisahkan dari dunia teknologi.

Pak Irwandi sering menulis di wall facebook pribadinya itu bagian ekspresi beliau terhadap isu-isu terkini, kalau kita melihat dan menyimak beliau sangat menikmati berintraksi dengan warganet. Banyak yang menerima positif ada pula yang mengkritik, tapi itu tidak dihapus dibiarkan saja.

Mungkin ini salah satu cara beliau menangkap bagaimana persepsi publik terhadap dirinya, semua yang ditulis di media sosial ini tentu sudah dipertimbangkan.

Dengan adanya interaksi langsung di dunia maya ini beliau juga bisa memetakan masyarakat, jadi banyak laporan yang masuk dari masyarakat langsung, kalau laporan dari kantor sudah pasti yang dilaporkan yang bagus-bagus, laporan dari media sosial ini bisa jadi penyeimbang.

Pro dan kontra tentu sangat banyak, media sosial itu dunia bebas, bisa menyorot apa pun, tentu ada batasan, tidak mengarah hal-hal personal tidak mengacam, yang wajar-wajar saja.

Di media sosial kita tidak bisa membatasi lagi, semua orang bebas bicara, paling harus menjaga etika,

Bukan hanya Gubernur Irwandi Yusuf, presiden juga kadang disorot di media sosial begitu tajam. Kritikan itu bagus asal yang membangun dan memberikan solusi.

Apa yang Anda merasa sosok Gubernur Irwandi Yusuf adalah tokoh yang Anda lihat mampu membuat Aceh ini lebih baik dan mampu memenuhi janji dengan masyarakat?

Gebrakan dan cara berpikir Pak Gubernur Irwandi sudah standar nasional, statement beliau sudah tingkat nasional.

Buktinya beberapa ide dan program yang sudah pernah dijalankan sudah menjadi program nasional seperti JKA, tingkat nasional nama JKN, Alokasi Dana Gampong (ADG) tingkat nasional Alokasi Dana Desa (ADD), yang dulu hanya Rp 50 juta/gampong di Aceh, sekarang sudah menjadi Rp 1 miliar/gampong.

Selain itu program beasiswa, sekarang tingkat nasional disebut Kartu Indonesia Pintar (KIP), ide jalan tol yang pernah kita dengar pada tahun 2006 dari Pak Irwandi yang tujuannya untuk mempermudah jalur perekonomian antar kabupaten dan provinsi, sekarang sedang jalankan oleh Presiden Jokowi di pulau Jawa dan Sumatera termasuk Aceh, ide ini dulu sebagai impian, tapi sekarang sudah teruwujud.

Ide mengawal laut dengan menggunakan pesawat, program ini direspon sangat positif oleh Menteri Susi Pudjiastuti. Memantau laut dengan menggunakan kapal laut kalah cepat dengan pesawat.

Ide lain yang belum pernah dipikir oleh orang lain yaitu pembangkit listrik dengan panas bumi, ide Geotermal itu ide yang gila.

Ini pembangkit listrik tanpa mengunakan Solar dan  bahan bakar Diesel, murni hasil bumi. Kalau proyek Geotermal ini berhasil akan diadopsi oleh Pemerintah Pusat. Sebab di Pulau Jawa dan Sumatera banyak gunung berapi ini berpotensi untuk digarap secara nasional untuk mengatasi krisis energi listrik, luar biasa ide dan pemikiran Pak Irwandi Yusuf.

Pak Irwandi ini kuliah S2nya pemikiran sudah standar internasional, dari sisi pengetahuan Informasi dan Teknologi (IT) juga punya standar internasional. Menjadi pilot itu IQnya harus diatas rata-rata, memang Pak Irwandi harus diakui memiliki kemampuan yang sangat luar biasa.

Masyarakat masih bertanya-tanya soal pengangkatan penasehat khusus dan tim ahli, apa ini pernah dibicarakan dalam forum atau meminta pertimbangan?

Penunjukan penasehatkan khusus dan tim ahli itu hak prerogatif pak gubernur, pertimbangannya ada sama beliau, intinya beliau ingin program yang sudah dijanjikan kepada masyarakat ini terkawal dengan baik.

Komentar

Loading...