Wapres JK akan Terima Penghargaan Tokoh Inspiratif Penanganan Bencana

Foto | Kabar24.comJusuf Kalla Wakil Presiden Indonesia
A A A

Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla akan menerima penghargaan dari Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI) soal penanganan bencana alam. JK dinilai sebagai tokoh inspiratif yang peduli terhadap bencana alam dan sosial di Indonesia.

Hal ini diungkapkan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno usai menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantor Wapres di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis 1 Februari 2018. Penghargaan ini rencananya akan diberikan ke JK pada acara Pertemuan Ilmiah Tahunan Riset Kebencanaan ke-5 di Universitas Andalas, Padang pada Mei 2018 mendatang.

"Ada empat stakeholder bertemu dengan Pak JK untuk mengundang beliau tanggal 1 sampai 4 Mei. Nanti ditentukan Paspampres, untuk membuka acara pertemuan tahunan ilmiah kebencanaan nasional ke-5. Jadi kami minta beliau untuk bisa membuka," ujar Irwan.

Menurut Irwan, para ahli bencana dari IABI melihat JK sebagai tokoh yang dapat memberi inspirasi kepada generasi muda di bidang kebencanaan. Hal ini agar generasi muda lebih peduli terhadap bencana alam.

"IABI melihat beliau sebagai tokoh yang peduli dengan kebencanaan alam dan sosial sehingga pada saat itu berkenan untuk mendapat penghargaan dari IABI yang nanti akan dijadikan sebagai tokoh insipiratif, motivator kepada generasi muda. Dijadikan contoh untuk bagaimana kami peduli dengan alam dan sosial untuk tidak berpangku tangan, tapi ikut aktif membantu menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut," katanya.

Irwan mengatakan IABI melihat puluhan peran JK yang signifikan dalam membantu masalah bencana alam dan sosial di Indonesia. JK akan menjadi tokoh pertama yang menerima penghargaan tersebut.

"Kami akan memberikan suatu bentuk apresiasi yang nanti akan jadi tokoh yang pertama yang mendapat penghargaan tersebut," ucapnya.

Semantara itu Ketua IABI Harkunti Pertiwi Rahayu menyebut ada peran penting JK dalam pengurangan risiko bencana di Indonesia. Hal ini belajar dari kasus Tsunami Aceh dan gempa bumi di padang.

"Pentingnya upaya pengurangan risiko bencana di mata beliau, belajar dari Tsunami Aceh, kemudian gempa di Yogya, gempa di Padang, dan banyak hal yang beliau share pengalaman-pengalaman beliau. Dan pandangan beliau tentang upaya-upaya pengurangan risiko bencana," kata Harkunti.

"Dan bagaimana juga bisa mengangkat pengetahuan lokal yang sudah ada di daerah Sumatera bisa ditularkan di daerah lain di indonesia. Kami juga yakin daerah lain memiliki pengetahuan lokal untuk melindungi dari dari bencana. Itu yang disampaikan oleh Pak JK," imbuh Harkunti.

Komentar

Loading...