Wali Kota Harapkan Seluruh Lembaga Keuangan Bersistem Syariah

FOTO | HUMAS PEMKO BANDA ACEH.
A A A

BANDA ACEH - Sebagai kota yang menerapkan Syariat Islam, sudah sepatutnya setiap sendi pembangunan di Banda Aceh berlandaskan syariah, termasuk dalam sistem keuangannya.

“Kami berharap seluruh lembaga keuangan baik perbankan maupun non perbankan yang beroperasi di Banda Aceh dapat menerapkan sistem syariah,” kata Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman saat membuka acara “Literasi Keuangan Syariah” di Taman Sari, Sabtu (31/3).

Aminullah menyambut baik acara yang digelar oleh PT Pegadaian (Persero)-Kantor Area Banda Aceh tersebut. “Ini adalah salah satu upaya untuk mengedukasi masyarakat agar mulai beralih dari menggunakan jasa keuangan konvensional ke metode syariah, sehingga senafas dengan penerapan Syariat Islam.”

Mantan Dirut Bank Aceh ini juga mengapresiasi pelibatan pengusaha UMKM yang menempati puluhan booth di lokasi pameran yang akan dibuka hingga Minggu (1/4) besok. ”Langkah Pegadaian ini sejalan dengan fokus kami saat ini untuk mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran dengan menghidupkan ekonomi kreatif di Banda Aceh,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Pemko Banda Aceh juga tengah gencar-gencarnya menggenjot sektor pariwisata guna mendongkrak perekonomian masyarakat.“Walau tak punya lahan perkebunan yang luas atau ladang Migas yang melimpah, kita punya ‘kebun’ lain yakni pasar dan produk-produk UMKM, di samping beragam cagar budaya dan kuliner yang khas.”

“Kita bisa mencontoh Banyuwangi yang kondisinya mirip dengan Banda Aceh. Pada 2015 lalu jumlah wisatawannya hanya 500 ribu orang, tapi kini sudah mencapai 4 juta lebih. Kuncinya adalah gerakan dari masyarakatnya dan internal pemerintahannya,” katanya.

"Cara yang paling efektif dan efisien adalah dengan ‘menjual’ segala kelebihan Banda Aceh lewat media sosial. Mari kita posting setiap keunikan cagar budaya kita, kuliner, hingga wisata islami ke Medsos agar lebih cepat dikenal dunia sehingga mampu menarik minat wisatawan untuk datang," ajaknya.

Sementara itu, Deputi Bisnis Pegadaian Banda Aceh Mulia Manaf mengatakan acara ini merupakan wujud komitmen pihaknya untuk terus memberikan kontribusi lebih kepada masyarakat. ”Saat ini kami telah memberikan beragam layanan mulai dari pinjaman modal usaha, pembiayaan kendaraan bermotor, pembayaran listrik dan telepon, tabungan emas, hingga kursi jemaah haji.”

Menurutnya, sejak 2003 telah ada 63 outlet pegadaian di Aceh dan seluruhnya telah berkonversi ke unit pelayanan syariah. “Kami berharap ekonomi syariah makin tumbuh di Aceh. Dan kami juga terus mendorong masyarakat senantiasa bermuamalah secara syariah agar hasilnya pun berkah,” katanya.

Penulis:MKK
Kode:01
Rubrik:Breaking News

Komentar

Loading...