DPRK

Berharap Dana Desa Cair Sebelum Ramadhan

FOTO | IstimewaAnggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota Banda Aceh | Zulfikar Abdullah, ST
A A A

Di beberapa gampong kita terima informasi laporannya belum ada, kemudian RAPBG belum disusun, tapi kalau Pagu sudah ada, dan saya sudah sampaikan ke walikota bahwa SDM gampong terbatas, maka perlu diminta kepadadinas terkait untuk membantu gampong,

Zulfikar Abdullah, ST Anggota DPRK Banda Aceh

BANDA ACEH - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota Banda Aceh Zulfikar Abdullah meminta Pemerintah Kota Banda Aceh melakukan sistim jemput bola terhadap dokumen laporan dana desa maupun penyelesaian Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (RAPBG).

Hal itu harus segera dilakukan sehingga penyaluran dana tahap pertama desa untuk 90 gampong di kota Banda Aceh bisa segera disalurkan.

Zulfikar mengatakan dana gampong sudah disahkan dalam APBK 2018, baik itu proyeksi dari APBN maupun yang menjadi tanggungjawab gampong. Selain itu kata Zulfikar, informasi yang diterima pihaknya dana desa tahap pertama sudah turun namun belum bisa dicairkan ke gampong karena pihak gampong belum menyerahkan laporan.

“Di beberapa gampong kita terima informasi laporannya belum ada, kemudian RAPBG belum disusun, tapi kalau Pagu sudah ada, dan saya sudah sampaikan ke walikota bahwa SDM gampong terbatas, maka perlu diminta kepadadinas terkait untuk membantu gampong,” ujarnya.

Apalagi kata Zulfikar, bulan depan memasuki bulan suci Ramadhan, sementara ada belasan orang di setiap gampong yang menggantungkan hidupnya dari dana gampong, yaitu aparatur gampong. Oleh sebab itu Zulfikar berharap agar dana desa bisa dicairkan sebelum Ramadhan. “Kalau bisa lebih cepat lagi maka lebih bagus. Karena ada lebih kurang seribu KK di Banda Aceh yang menggantungkan hidupnya disitu, ini harus difikirkan,” ujarnya.

Sementara itu sebelumnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) kota Banda Aceh, Dwi Putrasyah mengakui hingga saat ini dana desa belum disalurkan ke 90 gampong yang tersebar dalam Sembilan kecamatan di kota Banda Aceh.

Belum disalurkannya dana desa kata Dwi dikarenakan masih ada sejumlah dokumen seperti LPJ, RAPBG yang belum diserahkan, sehingga belum ada desa yang disalurkan, meskipun dana desa untuk kota Banda Aceh sudah masuk 20 persen.

“Dana desa masih ada tahapan-tahapan yang harus diselesaikan, seperti dokumen LPJ, RAPBG, sehingga belum ada yang dicairkan, InsyaAllah dalam beberapa hari kedepan akan ada desa yang kita cairkan,” ujarnya.

Dwi mengharapkan kepada aparatur gampong untuk bekerja secara kompak untuk menyelesaikan sejumlah dokumen administrasi yang dibutuhkan. Menurut Dwi besaran dana desa tahun 2018 sangat bervariasi, mulai dari Rp1,2 Milyar hingga Rp2 Milyar, dan total seluruhnya mencapai Rp131 milyar.

Dana desa masih ada tahapan-tahapan yang harus diselesaikan, seperti dokumen LPJ, RAPBG, sehingga belum ada yang dicairkan, InsyaAllah dalam beberapa hari kedepan akan ada desa yang kita cairkan,

Drs. Dwi Putrasyah Kepala DPMG

Kode:01
Rubrik:Breaking News

Komentar

Loading...