Ini Langkah KPK

Usut Dugaan Pencucian Uang Setya Novanto

FOTO | ANTARASetya Novanto
A A A

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang menganalisa fakta-fakta yang muncul di persidangan perkara korupsi proyek pengadaan e-KTP. Hal itu dilakukan untuk mengusut tindak pidana pencucian uang (TPPU) mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto (Setnov).

"Kami sedang mendalami fakta-fakta persidangan tersebut, termasuk jika ada fakta baru kemungkinan penelusuran tindak pidana lain selain tindak pidana korupsi," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat 27 April 2018.

Febri menambahkan, penuntasan perkara korupsi e-KTP tidak hanya berhenti di Setya Novanto. Sebab, diduga masih banyak pihak lain yang turut kecipratan dan menikmati uang panas dari proyek bernilai Rp5,9 triliun.

"Bahwa KPK tidak akan berhenti penanganan kasus E-KTP terhadap Setya Novanto-nya, tapi kepada pihak lain sepanjang faktanya cukup dan buktinya ada‎," terangnya.

Setya Novanto sendiri telah divonis bersalah melakukan tindak pidana korupsi terkait pengerjaan proyek pengadaan e-KTP. ‎Dia terbukti melakukan korupsi secara bersama-sama pihak lain yang mengakibatkan kerugian negara hingga Rp2,4 triliun.

Atas perbuatannya, mantan Ketua DPR RI tersebut diganjar hukuman 15 tahun penjara oleh Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Setnov juga didenda sebesar Rp500 juta subsider tiga bulan kurungan.

Tak hanya itu, bekas Ketum Partai Golkar ini juga diwajibkan untuk membayar uang pengganti sebesar USD7,3 Juta dikurangi uang Rp5 miliar yang telah diserahkan kepada KPK. Dalam putusannya, Hakim juga mencabut hak politik Setnov selama lima tahun setelah rampung menjalani masa hukumannya.

Setnov pun terbukti melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

Dalam perkara ini, PK telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP. Delapan orang tersebut yakni, Irman; Sugiharto; Andi Agustinus alias Andi Narogong; Markus Nari; Anang Sugiana Sudihardjo; Setya Novanto; Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Masagung.

Adapun, dua mantan pejabat Kemendagri, Irman dan Sugiharto, pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong, serta mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto sudah divonis terbukti bersalah oleh Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Kemudian, untuk Anang Sugiana Sudihardjo masih dalam proses persidangan.

Sementara itu, Markus Nari, Irvanto Hendra Pambudi, dan Made Oka Masagung masih dalam proses penyidikan di KPK. Kedelapan orang itu diduga secara bersama-sama melakukan perbuatan tindak pidana korupsi proyek e-KTP yang merugikan negara hingga Rp2,3 triliun.

Kode:01
Sumber:okezone.com
Rubrik:Nasional

Komentar

Loading...