Mahathir Mohamad

Kecam Hukuman Cambuk 2 Wanita Lesbian di Terengganu

FOTO | REUTERSPerdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad
A A A

KUALA LUMPUR - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad turut mengecam hukuman cambuk atas dua wanita lesbian di negara bagian Terengganu.

Kedua wanita tersebut dinyatakan bersalah karena melakukan hubungan seks dan dihukum cambuk di depan lebih dari 100 orang penonton pada Senin (3/9) lalu. Menurut para aktivis, hukuman tersebut menandai pertama kalinya wanita dihukum cambuk karena hubungan sesama jenis di negara mayoritas Islam tersebut.

Mahathir pun angkat bicara mengenai hukuman cambuk tersebut. Dikatakannya, dirinya telah membahas isu ini dengan kabinetnya dan mereka merasa bahwa hukuman cambuk itu "tidak mencerminkan keadilan dan toleransi dalam Islam".

"Ini memberikan imej buruk bagi Islam dan kami yakin bahwa jika ada kasus serupa seperti ini, kita perlu mempertimbangkan untuk memberikan hukuman yang lebih ringan," kata Mahathir seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (6/9/2018).

"Sangat penting kita menunjukkan bahwa Islam bukanlah agama yang kejam ... yang mempermalukan orang," imbuh pemimpin negeri jiran itu.

Mahathir mengatakan, karena ini merupakan pelanggaran pertama kalinya bagi kedua wanita tersebut, mereka seharusnya diberikan nasihat, bukannya dicambuk.

Kedua wanita berumur 22 tahun dan 32 tahun tersebut, ditangkap pada April lalu setelah kedapatan berada di dalam sebuah mobil di area publik. Bulan lalu, kedua wanita yang tak disebutkan identitasnya itu, mengaku bersalah telah melanggar hukum Islam. Keduanya dijatuhi hukuman cambuk enam kali dan dikenai denda 3.300 ringgit.

Kode:01
Sumber:detik.com
Rubrik:Dunia

Komentar

Loading...