Bawa Masuk Cewek ke Kamar

Pasangan Nonmuhrim Ditangkap Warga

ISTIMEWApasangan mahasiswa bukan muhrim berinisial MI (24) bersama WR (23)
A A A

Hasil penyelidikan dan penyidikan, dan pemeriksaan saksi - saksi dan gelar perkara, keduanya di duga melanggar pasal 23 ayat 1 khalwat, JO pasal 25 ayat 1 ihktilat ,Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat. Kita naikkan status hukum dari terperiksa jadi tersangka dan kita lakukan penahanan 20 hari di sel sel PP dan WH Aceh, guna merampungkan pemeriksaan untuk dilimpahkan pada Jaksa Kejari Banda Aceh

Hidayat Kasat Pol PP dan WH Kota Banda Aceh

ACEH - Sejumlah warga menangkap pasangan mahasiswa bukan muhrim berinisial MI (24) bersama WR (23). Keduanya ditangkap karena berduaan di sebuah kamar kontrakan hingga larut malam, di Gampong Suka Damai, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh, Minggu (16/12/18).

Kasat Pol PP dan WH Kota Banda Aceh, Hidayat membenarkan kejadian itu dan mengaku telah menerima pasangan non muhrim tersebut. Katanya, dari hasil pemeriksaan petugas, keduanya terbukti telah melakukan khalwat.

Hidayat menceritakan. Penangkapan itu berawal saat seorang warga Gampong Suka Damai melihat MI mambawa masuk pasangan wanita ke dalam kontrakan miliknya. Setalah lama ditunggu hingga larut malam tidak keluar, saksi tadi melaporkan kejadian itu pada warga lain dan sepakat untuk dilakukan penggrebekan.

"Kemudian warga datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk menyecek laporan tersebut. Nah, ketika sampai ke TKP warga mengetuk pintu kamar beberapa kali, namun tidak di buka. Warga akhirnya mendobrak pintu kamar kost tersebut, dan mendapat keduanya di dalam satu kamar," ungkap Hidayat, Rabu (19/12/18).

Menurutnya Hidayat, setelah ditangkap, warga melaporkan pada petugas dan langsung diamankan pada Kantor Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh. Setelah dilakukan pemeriksaan, MI diketahui berasal dari Kabupaten Blang Pidie dan WR dari Aceh Selatan. Keduanya, tinggal di Kota Banda Aceh dan berstatus mahasiswa satu perguruan tinggi negeri di Banda Aceh.

"Hasil penyelidikan dan penyidikan, dan pemeriksaan saksi - saksi dan gelar perkara, keduanya di duga melanggar pasal 23 ayat 1 khalwat, JO pasal 25 ayat 1 ihktilat ,Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat. Kita naikkan status hukum dari terperiksa jadi tersangka dan kita lakukan penahanan 20 hari di sel sel PP dan WH Aceh, guna merampungkan pemeriksaan untuk dilimpahkan pada Jaksa Kejari Banda Aceh," unmgkap Hidayat.

Kode:01
Sumber:modusaceh.co
Rubrik:Aceh

Komentar

Loading...