Cek Zainal Sambut Pengurus MASDAR Malaysia, Bahas Program Tahfiz

Dok HumasWakil Wali Kota Banda Aceh, Zainal Arifin atau yang akrab disapa Cek Zainal, Kamis (722019) menyambut kedatangan pengurus Maahad Tahfiz Sains Darul Muttaqin (MASDAR), Keudah Malaysia
A A A

Kita bercita-cita mencetak 1000 hafiz. Targetnya dalam 5 tahun kepemimpinan Amin-Zainal bisa tercapai

Zainal Arifin Wakil Wali Kota Banda Aceh

Banda Aceh – Wakil Wali Kota Banda Aceh, Zainal Arifin atau yang akrab disapa Cek Zainal, Kamis (7/2/2019) menyambut kedatangan pengurus Maahad Tahfiz Sains Darul Muttaqin (MASDAR), Keudah Malaysia.

Rombongan MASDAR yang dipimpin Sa’dan Bin HJ Omar bersama sejumlah dewan guru dan santrinya disambut Cek Zainal di Balai Kota bersama Staf Ahli Wali Kota, Rizal Junaedi, Kadisdik Dayah, Tgk Tarmizi, Kabag Keistimewaan dan Isra, Arie Maula Kafka dan Kabid Dakwah Dinas Syariat Islam Kota, Ridwan.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam ini, Cek Zainal dan pengurus lembaga pendidikan dari Negeri Jiran ini membahas program tahfiz dan metode metode yang digunakan dalam mempercepat hafalan Quran para santri.

Kata Cek Zainal, Pemerintah Kota memang memiliki komitmen dalam melahirkan generasi Banda Aceh yang mampu memahami Al Quran lewat program mencetak 1000 tahfiz.

“Kita bercita-cita mencetak 1000 hafiz. Targetnya dalam 5 tahun kepemimpinan Amin-Zainal bisa tercapai,” kata Cek Zainal.

Lanjutnya, beberapa waktu yang lalu, Pemko juga telah mengirim 10 santri untuk belajar ilmu tahfiz di Kuningan, Jawa Barat. Dan bukan tidak mungkin akan dikirimkan juga ke MASDAR yang berlokasi di Keudah Malaysia.

Sementara itu, Sa’dan Bin HJ Omar mengatakan lembaga pendidikan MASDAR Keudah Malaysia sudah berdiri sejak 2012. Lembaga pendidikan yang berdekatan dengan Thailand Selatan ini berencana memberi kesempatan kepada anak anak Banda Aceh untuk belajar disana.

MASDAR saat ini memiliki 249 pelajar/santri dan tenaga pengajar sebanyak 44 orang. Lembaga pencetak tahfiz ini menganut sistem boarding scholl dengan mengkombinasikan tahfiz dengan akademik dan program diniyah.

Komentar

Loading...