TPA Gampong Jawa Kota Banda Aceh

Sampah Berserak Sepanjang Jalan dan Bau Busuk

FOTO | modusaceh.coSampah
A A A

BANDA ACEH - Bau busuk tercium di sepanjang Jalan Gampong Jawa, Kuta Raja, Kota Banda Aceh. Bau itu, Berasal dari pembuangan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Banda Aceh. Warga yang bermukim di sepanjang TPA pun mengeluh bau busuk yang semakin menyegat.

Senin sore (11/1/2019), wartawan MODUSACEH.CO mendatangi tempat tersebut. Saat, memasuki gerbang utama Gampong Jawa, bau busuk terus tercium sepanjang jalan.

Tak hanya menyengat, sepanjang jalan pun banyak dijumpai sampah yang berserakan. Memang, di sana banyak terdapat gudang sampah botol plastik di sepanjang jalan. Namun, bau itu bukan berasal dari sampah plastik. Tapi, seperti popok bayi yang berserakan di tepi jalan.

Wartawan media ini, kemudian melanjutkan perjalanan ke TPA Banda Aceh. Lokasi ini adalah pusat pembuangan sampah di Kota Banda Aceh. Terlihat, banyak mobil pengangkut sampah yang terus berlalu lalang di TPA itu. Salah satu petugas di TPA mengatakan, sampah berasal dari kota Banda Aceh. Sampah itu dikumpulkan oleh petugas kebersihan kota dan di bawa ke tempat pembuangan.

Di sini, bau sampah tidak tercium. Padahal sampah sudah menumpuk seperti gunung. Namun, bagaimana dengan masyarakat yang bermukim di kawasan TPA?

Nah, wartawan media ini terus melanjutkan perjalanan menuju pemukiman Gampong Jawa, dusun Ujung. Dusun ini, merupakan lokasi yang sangat dekat dengan tempat pembuangan sampah. Berada di sana, pemandangan sampah terlihat jelas di sepanjang desa.

Ribuan sampah, seperti popok bayi, plastik, botol bekas, berhamburan. Sampah itu pun, menutupi saluran got sehingga menyebabkan air got berwarna hijau kehitaman. Tak hanya di pemukiman warga, di pingir jalan terdapat rawa-rawa yang ditumbuhi pohon sagu. Disitu pun banyak dijumpai sampah berhamburan.

Hukiah (60), warga Dusun Ujung, Gampong Jawa, pasrah dengan keadaan kampungnya yang bau itu. Katanya, bau menyegat dari sampah sudah biasa dicium. Seakan-akan, menjelma menjadi bau parfum di pemukiman tempat tinggalnya.

Dia mengatakan, saat berada di TPA bau sampah memang tidak tercium. Tetapi, bau sampah berhembus ke pemukimam. “Apabila berada di TPA, bau sampah tidak tercium. Namun, di pemukiman baunya sangat busuk. Bau itu, sepertinya terhembus ke desa kami,” ungkapnya.

Hukiah mengaku, bau busuk hadir disaat-saat tertentu tergantung tiupan angin. Namun, jika terjadi hujan maka bau menyegat dari sampah semakin menjadi jadi. “Kalau hujan baunya sangat busuk. Bisa bikin pening kepala. Ya tapi bagaimana lagi. Ho tajak lom, cit di sino tempat tinggai (kemana lagi, memang disini tempat tinggal kami),” jelasnya dengan nada pasrah.

Kode:01
Sumber:modusaceh.co
Rubrik:AcehBANDA ACEH

Komentar

Loading...