Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata, ada lebih dari 300 rumah yang mengalami kerusakan dengan berbagai tingkatan, akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Malang dan sekitar Jawa Timur pada siang tadi. Data itu terakhir diterima BNPB pada pukul 20.00 WIB. "Data BNPB hari ini, pukul 20.00 WIB, lebih dari 300 rumah rusak dengan tingkatan berbeda, dari ringan hingga berat," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan resminya, Sabtu (10/4/2021). "Catatan sementara, 13 unit rumah rusak namun belum ditentukan kategori tingkat kerusakan. Sedangkan sejumlah kerusakan fasilitas umum, antara lain sarana Pendidikan 11 unit, kantor pemerintah 7, sarana ibadah 6, RSUD 1 dan pondok pesantren 1," ungkapnya.

Breaking News

Update Korban Banjir-Longsor NTT:

68 Orang Tewas dan 70 Hilang

68 Orang Tewas dan 70 Hilangdok BNPB
Dampak banjir bandang di Kabupaten Lembata, NTT

JAKARTA - Korban meninggal dunia akibat bencana alam seperti banjir hingga longsor di sejumlah kabupaten, Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi 68 orang. Korban meninggal berasal dari 4 kabupaten.

"Korban jiwa masih dalam pendataan. 68 orang meninggal dunia," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati, dalam keterangan tertulis, Senin (5/4/2021). Data ini merupakan update per pukul 14.00 WIB.

Sebanyak 68 orang meninggal itu terdiri dari 44 orang di Kabupaten Flores Timur, 11 di Kabupaten Lembata, 2 di Kabupaten Ende, dan 11 di Kabupaten Alor. Sementara 15 orang luka-luka dengan rincian 9 di Flores Timur, 1 di Kabupaten Ngada, dan 5 di Kabupaten Alor.

"70 orang hilang yakni 26 di Flores Timur, 16 di Kabupaten Lembata, 28 di Kabupaten Alor," ujarnya.

BNPB mencatat ada 938 KK atau 2.655 Jiwa terdampak akibat bencana. BNPB masih mendata jumlah korban.

Sementara kerugian materiil, 25 rumah rusak berat, 114 unit rumah rusak sedang, 17 unit rumah hanyut, 60 unit rumah terendam, 743 unit rumah terdampak, 40 titik akses jalan tertutup pohon tumbang, 5 jembatan putus, 1 fasilitas umum terdampak, dan 1 kapal tenggelam.

Sebelumnya, bencana alam terjadi sejumlah wilayah di NTT. BNPB bencana yang terjadi di NTT tersebut dipicu cuaca ekstrem yang melanda kawasan itu.

Bencana pertama terjadi di Kabupaten Flores Timur. Banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Flores Timur. Banjir bandang ini dipicu oleh intensitas hujan tinggi pada dini hari kemarin, Minggu (4/4), pukul 01.00 WITA.

Bencana alam juga melanda Kabupaten Lembata. Banjir lahar dingin dari Gunung Ile Lewotolok menerjang sejumlah wilayah di Lembata kemarin malam pukul 19.00 WITA. Banjir lahar dingin ini menewaskan 11 warga dan 16 lainnya hilang.

Lokasi terdampak berada di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur. Desa-desa terpapar di dua kecamatan ini antara lain Desa Waowala, Tanjung Batu, Amakala, Jontona, Lamawolo dan Waimatan.

Bencana lainnya melanda Kota Kupang, NTT, berupa angin kencang, longsor, banjir rob dan gelombang pasang. Perkembangan pada Minggu (4/4), pukul 19.00 WIB, beberapa kecamatan terdampak cuaca ekstrem tersebut.

BNPB juga menerima laporan terjadinya bencana di Kabupaten Malaka Tengah dan Ngada. Raditya mengatakan, angin kencang terjadi di dua kecamatan di Kabupaten Ngada.