Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPR Aceh) Fraksi PKS, Tgk. H. Irawan Abdullah, S.Ag kembali menjadi narasumber peHTem edisi Senin, 30 Januari 2023 episode ke 47 Tahun ke 3 dengan tema: Dukung Usulan Kenaikan Biaya Haji Rp69 Juta. Benarkah Kakanwil Kemenag Aceh Korbankan Masyarakat Miskin Demi Jabatan? yang dipandu oleh host Siti Aminah, S.IP, M.MLS, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Bayi Lahir

Akibat Ulah Guru Perkosa Santriwati di Bandung Jadi 9

Akibat Ulah Guru Perkosa Santriwati di Bandung Jadi 9detik.com
Plt Asisten Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Riyono

MEDIAACEH.COM — Anak yang lahir dari santriwati korban pemerkosaan guru pesantren di Bandung berinisial HW (36) bertambah satu. Dua calon bayi, masih dalam kandungan.
"Waktu pra penuntutan itu masih delapan. Ketika persidangan ini digelar ada sembilan," ucap Plt Asisten Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Riyono saat ditemui di Kantor Kejati Jabar, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu (8/12/2021).

Selain sembilan anak lahir dari Santriwati, masih ada dua anak yang masih dalam kandungan. Hingga saat persidangan ini digelar, anak tersebut belum lahir. "Kemudian ada juga yang masih hamil," kata dia.

Riyono menambahkan sejauh ini berdasarkan fakta persidangan, ada empat orang korban yang hamil dari aksi bejat HW. Namun, kemungkinan besar korban yang hamil lebih dari empat. Beberapa korban juga ada yang melahirkan lebih dari satu kali. "Yang melahirkan ada empat," tuturnya.

Sebelumnya, aksi bejat pemerkosaan dilakukan seorang guru salah satu pesantren di Bandung berinisial HW. Korban bahkan mencapai belasan orang.

Perkara itu sudah masuk ke pengadilan. Pada Selasa (7/12) kemarin, sidang tersebut sudah masuk ke pemeriksaan sejumlah saksi. Informasi dihimpun, saksi yang diperiksa merupakan para saksi korban. Sidang yang dipimpin ketua Majelis hakim Y Purnomo Surya Adi itu berlangsung tertutup.

Sementara itu berdasarkan salinan dakwaan yang diterima detikcom, aksi itu diketahui dilakukan oleh HW pada rentang waktu 2016 hingga 2021. Sedikitnya dari belasan korban tersebut, empat santriwati hamil. Mereka sudah melahirkan saat kasus ini masuk persidangan.[]

Rubrik:Headline, NASIONAL