Pimpinan Dayah Khamsatu Anwar Aceh Besar, Dr. Tgk Sirajuddin Saman, S.Pd.I, MA (Abi Doktor) menjadi narasumber peHTem edisi Kamis 26 Mei 2022 episode ke 80 Tahun ke II dengan tema: Kadis Pariwisata Aceh Undang Wulan Guritno Pamer Aurat di Nanggroe Syariah?, yang dipandu oleh host Siti Aminah, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Gunung Semeru

Alami Dua Kali Gempa Letusan Pagi Ini

Alami Dua Kali Gempa Letusan Pagi Iniokezone.com
Gunung Semeru yang terletak di Lumajang, Jawa Timur, mengalami dua kali gempa letusan hari ini.

MEDIAACEH.COM - Gunung Semeru yang terletak di Lumajang, Jawa Timur, mengalami dua kali gempa letusan hari ini. Hal itu berdasarkan pengamatan pada Rabu (12/1/2022) dari pukul 00.00-06.00 WIB.

Durasi dua kali gempa letusan itu tercatat selama 64-90 detik, dengan amplitudo 14 mm.

Secara visual, tampak asap kawah setinggi hingga 1.000 meter dari puncak Gunung Semeru yang kini berstatus siaga (Level III).

"Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-I. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang tinggi sekitar 500-1000 meter dari puncak," demikian keterangan yang dikutip situs magma.esdm.go.id, Rabu (12/1/2022).

Selain gempa letusan, Gunung Semeru tercatat 4 kali mengalami gempa guguran dengan amplitudo 1-6 mm dan lama gempa 22-55 detik. Kemudian, 4 kali gempa hembusan dengan amplitudo 5-10 mm, dan lama gempa 70-85 detik, serta 3 kali Harmonik dengan amplitudo 1-4 mm, dan lama gempa 260-385 detik.

Masyarakat direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

"Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.

Kemudian, mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, "terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," katanya.[]