Koordinator Masyarakat Pengawal Otsus (MPO) Aceh, Syakya Meirizal menjadi narasumber peHTem edisi Senin 17 Mei 2021 Episode 39 dengan Tema: Benarkah Nasabah Bank Syariah Indonesia Di Aceh Terjajah? yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Breaking News

Begini Awal Terbongkarnya Perkosaan Anak oleh Ayah di Ciputat Tangsel

Begini Awal Terbongkarnya Perkosaan Anak oleh Ayah di Ciputat Tangseldetik.com
Ilustrasi

JAKARTA - Polisi menangkap seorang ayah yang diduga memperkosa anak tiri di Ciputat, Tangerang Selatan. Pelaku telah diamankan dan kasusnya kini masih didalami polisi.

Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Jun Nurhaida Tampubolon mengatakan kasus ini bermula saat korban melapor ke bibinya. Korban mengadu sering dicabuli ayahnya tersebut.

"Ya anaknya itu cerita sama bibinya bahwa dia itu sering dicabuli Bapak tirinya gitu," ujar Jun saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (6/4/2021). Kompol Jun sekaligus mengklarifikasi bahwa korban adalah anak tiri pelaku. Sebelumnya, narasi yang beredar di media sosial bahwa korban adalah anak kandungnya.

Sang Bibi yang mendengar pengaduan korban ini kemudian melaporkan pelaku ke polisi.

"Akhirnya bibinya itu datang ke Polsek," ucap Jun.

Sebelumnya diberitakan, sebuah video yang menunjukkan sejumlah warga berkumpul dan mencari seorang pria bernama Adi viral di media sosial. Warga geram karena pria tersebut diduga memperkosa anaknya.

Kasatreskrim Polres Tangerang Selatan AKP Angga Surya membenarkan adanya kejadian itu dan mengatakan pihaknya sudah menangkap pelaku.

"Sudah diamankan di Polsek. Tadi malam," kata Angga saat dihubungi, Senin, (5/3/2021).

Kasus ini viral di media sosial. Dalam video berdurasi 28 detik memperlihatkan peristiwa keributan di sebuah rumah. Dari keterangan video tersebut, disebutkan jika warga sedang melakukan penggerebekan terhadap seorang pria karena memperkosa anak kandungnya.

Penggerebekan terjadi di kampung Sawah Besar, Ciputat, Tangerang Selatan, Minggu (4/4) malam. Terlihat warga emosi dan berusaha untuk masuk ke rumah tersebut. Sementara beberapa warga lainnya menghalangi dan berusaha meredam amarah warga yang emosi.

Terdengar kata-kata cacian yang terlontar dari warga yang berada di lokasi. Warga juga memanggil-manggil nama Adi untuk keluar dari rumah.