Zikrayanti, MLIS, PhD (Cand) menjadi narasumber peHTem edisi Kamis 23 September 2021 episode 10 Tahun ke II dengan tema: Terkait Vaksin Siswa, Wali Murid Minta Gubernur Pecat Kadisdik Aceh, yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Breaking News

Viral Vaksinasi Tanpa Vaksin

Bupati Karawang Sidak Puskesmas

Bupati Karawang Sidak PuskesmasIstimewa
dr. Cellica Nurrachadiana, Bupati Karawang

JAKARTA - Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mendatangi Puskesmas di wilayah Telukjambe Timur, yang viral di media sosial karena diduga melakukan penyuntikan tak sesuai prosedur.

Dalam video yang beredar di media sosial, vaksinator diduga tak memasukkan vaksin ke penerima, melainkan hanya menyuntikkan jarum suntik ke bagian lengan penerima. Isi vaksin tidak ditekan saat jarum disuntik ke lengan penerima. Dugaan vaksinasi palsu itu ramai di media sosial Instagram setelah diunggah akun @cetul.22. Dalam video yang diunggah, vaksinator tampak tak menggerakkan tangannya guna memasukkan vaksin ke dalam tubuh setelah menyuntikkan jarum ke lengan penerima.

"Saya ditemani Bpk Wakil Bupati Kang H@aep_syaepuloh sesegera bergegas untuk menindaklanjuti kebenaran pemberitaan yg viral di sosial media kemarin perihal proses vaksin yang diduga janggal di sebuah puskesmas di Karawang," tulis Cellica melalui akun Instagramnya @cellicanurrachadiana, Selasa (13/7) malam.

Cellica juga didampingi Kasatreskrim Polres Karawang AKP Oliestha Ageng Wicaksana saat melakukan inspeksi mendadak ke Puskesmas. Menurut Cellica saat dia datang ke Puskesmas, kondisi Puskesmas dalam kondisi sepi. "Namun seluruh petugas puskesmas kami panggil kembali untuk dimintai keterangan dan klarifikasi khususnya dari salah satu vaksinator kami," katanya.

Kata Cellica, berdasarkan keterangan dari vaksinator, proses penyuntikan vaksin sudah sesuai standar prosedur. Vaksinator, menurut Cellica juga yakin vaksin tersebut masuk ke tubuh penerima vaksin dengan jarum baru. "Dan itu berbeda dengan berita yang disebarluaskan pada saat ini," katanya. Seusai dari puskesmas, Cellica juga mendatangi tempat kerja penerima vaksin yang merasa janggal ketika ia di vaksin. "Kami menemui managemen kantor usaha tersebut sebagai upaya mendengarkan keterangan dan klarifikasi dari kedua belah pihak setelah sebelumnya ke puskesmas untuk memastikan kebenaran informasi yang viral tentunya tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah," katanya.

Cellica juga telah meminta penerima vaksin untuk segera melakukan cek laboratorium. "Tentunya kami akan memberikan sanksi tegas kepada vaksinator jika terbukti melakukan kesalahan. Namun sebaliknya, jika tidak terbukti bersalah, akan ada konsekuensi hukum dan kasusnya akan diserahkan kepada pihak kepolisian Karawang untuk ditindaklanjuti kebenarannya," kata Cellica. Cellica berharap agar semua pihak bisa terbuka agar informasi yang tersebar sesuai fakta, dan tak merugikan pihak manapun. "Harapan kami, kita semua agar dapat lebih bijak dalam menggunakan sosial media. Agar tidak dengan mudah menyebarkan berita yang belum diketahui kebenarannya," katanya. Dia juga meminta masyarakat tak perlu ragu untuk melakukan vaksinasi.

"Semoga semuanya segera 'clear' dan lekas baik-baik saja. Ayo kita semangat vaksin," katanya. Kepada CNNIndonesia, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Karawang, Fitra Hergyana mengatakan, polisi terus menyelidiki kasus dugaan vaksinasi palsu ini. "Sedang kami selidiki. Sudah ke puskesmas tersebut, untuk cek langsung lapangan," katanya. Fitra mengklaim bahwa proses vaksinasi yang dilakukan tenaga kesehatan Puskesmas sudah sesuai prosedur. Bahkan, katanya, pihak puskesmas memastikan tak ada bekas sisa vaksin yang diduga tidak disuntikkan tersebut. "Sekarang kalau di puskesmas sudah sesuai SOP. Saat ini kami masih penyelidikan oleh Polres," imbuh Fitra.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh dr. Cellica Nurrachadiana (@cellicanurrachadiana)